Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nur Aafiyah (digendong) (www.utusan.com.my)
Dream - Bayi perempuan berusia 10 ini harus mengonsumsi viagra, yang lebih dikenal sebagai obat kuat pria. Obat ini terpaksa digunakan agar sang bayi tetap bertahan hiup. Balita ini membutuhkan viagra untuk menguatkan jantung yang mengalami masalah sejak lahir.
Nur Aafiyah Amanda Norhisham. Dialah bayi malang itu. Sejak lahir mengalami masalah jantung dan liver. Tiap bulan, dia harus menghabiskan 4 pil viagra yang dikonsumsi sedikit demi sedikit melalui selang.
Sang ibu, Raja Karipah Raja Hamzah (46), mengatakan, puri sulung dari enam bersaudara ini diajurkan mengonsumsi viagra oleh dokter spesialis. Menurut Karipah, dia harus merogoh kocek sekitar Rp 120 ribu setiap kali membeli viagra di apotek.
Viagra adalah nama dagang untuk obat antidisfungsi ereksi. Sejak ditemukan obat ini, disfungsi ereksi atau impotensi tidak lagi menjadi penyakit yang dikhawatirkan banyak pria.
Menurut Karipah, masalah kesehatan putrinya dimulai setelah dia melahirkan di Rumah Sakit Distrik Segamat melalui operasi Caesar pada 29 September 2015. Kala itu, kandungannya berusia 34 minggu.
" Dokter menyarankan saya untuk memberikan Nur Aafiyah pil Viagra untuk membantu mengatasi lubang di jantungnya," tutur Karipah dikutip Dream dari Asia One, Kamis 21 Juli 2016.
Setiap bulan, keluarga Karipah menghabiskan Rp 3,5 juta untuk mengobati Nur Aafiyah. Mereka menerima bantuan bulanan sekitar Rp 1 juta dari pemerintah Malaysia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya