Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Barbie/ Foto: Instagram @barbiethemovie
Dream - Film Barbie sedang begitu populer dan jadi box office. Boneka ini memang begitu ikonik, karena penampilannya dianggap sempurna. Banyak yang mengira kalau film Barbie ini memiliki cerita yang ringan, tapi sebenarnya bertema cukup 'berat', yaitu pergolakan batin si tokoh yang bermula karena kondisi kakinya.
Barbie dalam film ini diperlihatkan selalu mengenakan high heels yang membuat kakinya terbiasanya berjalan dengan jinjit dan melengkung sempurna. Dalam salah satu adegan " Barbie" Margot Robbie melepas sepatu hak tingginya sambil mempertahankan kakinya yang melengkung sempurna seperti boneka pada boneka.

Hal tersebut kemudian membuat banyak orang membuat challenge dan ramai di platform TikTok. Tren viral TikTok tersebut yaitu " #barbiefootchallenge" . Para warganet ramai-ramai mengunggah video mereka berjalan jinjit sempurna seperti Barbie.
Menurut Sari Priesand, seorang ahli penyakit kaki di University of Michigan, tantangan tersebut bisa berbahaya. Sangat berisiko menimbulkan cedera pada kaki.

" Tidak apa-apa untuk mencoba tren ini sekali untuk melihat apakah dapat mencapainya. Tetapi jika berulang kali mencoba melakukannya atau mencoba berjalan dengan cara itu, itu tidak wajar. Melakukan ini untuk waktu yang lama bisa berbahaya dan menyebabkan cedera," kata Priesand, dikutip dari Insider.
Menurut Priesand, ia cukup sering menemukan pasien yang cedera parah karena penggunaan sepatu tumit tinggi. Hal ini harus diwaspadai para wanita yang rutin menggunakannya.
" Saya melihat pasien yang cedera karena penggunaan sepatu hak tinggi, dan hal itu cukup umum. Jenis cedera ini termasuk keseleo dan tegang pergelangan kaki atau kaki," ujar Priesand.
@annacyphre #fyp #CapCut #barbie #margotrobbie #barbie2023 #barbielifeinthedreamhouse #hotpink #shoes #heels #barbiedoll #barbiemovies #barbiegirl #gretagerwig #barbiemovie #chrissyteigen #barbiefootchallenge #foot #feet #heels #challenge #footchallenge #feetchallenge ♬ Makeba - Jain
Dream - Berolahraga merupakan rutinitas yang wajib dilakukan semua orang. Banyak yang malas berolahraga karena menganggap rutinitas tersebut membutuhkan waktu lama serta tenaga cukup besar.
Padahal, olahraga bisa dilakukan dalam durasi yang cukup singkat dan tidak terlalu banyak memakan tenaga. Salah satu olahraga sederhana yang sangat bermanfaat bagi kesehatan adalah jalan kaki.
Jalan kaki selama 30 menit yang dilakukan secara rutin diklaim mampu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, jalan kaki selama 30 menit juga memiliki manfaat lain seperti berikut:

Foto: Shutterstock
" Jalan kaki secara teratur dapat meningkatkan aliran darah ke jantung dan seluruh tubuh, sehingga membantu memperkuat jantung dan menjaga kesehatannya," ujar dr Bobby Arfhan, Spesialis Jantung di unggahan Instagramnya.
Kekuatan jantung dan fungsinya untuk memompa darah ke seluruh tubuh akan lebih optimal jika rutin berjalan kaki selama 30 menit setiap hari.
3. Meningkatkan Kapasitas Paru-paru
" Saat Anda berjalan kaki, paru-paru Anda bekerja lebih keras untuk memompa udara ke dalam tubuh, sehingga memperkuat paru-paru dan meningkatkan kapasitasnya" .

Foto: Shutterstock
Kebiasaan ini cocok untuk penderita darah tinggi atau memiliki riwayat serupa. Jalan kaki 30 menit setiap hari untuk mencegah hipertensi dan penyakit jantung lainnya.
5. Menurunnya Risiko Penyakit Jantung
" Dengan meningkatnya sirkulasi darah, kekuatan jantung, kapasitas paru-paru, dan menurunkan tekanan darah, berjalan kaki secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung Anda," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya