Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Dari penelitian terbaru didapatkan temuan bahwa merokok ternyata tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tapi juga otak.
Menurut peneliti dari Edinburgh University, Skotlandia, perokok berat memiliki korteks otak yang lebih tipis dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok atau berhenti merokok.
Korteks adalah lapisan luar otak di mana fungsi kognitif penting seperti memori, bahasa dan persepsi terjadi. Inilah bagian otak yang paling berkembang dan memerlukan paling banyak oksigen.
Penelitian ini mengumpulkan data kesehatan dari 224 pria dan 260 wanita dengan usia rata-rata 73 tahun, separuh di antaranya mantan atau saat ini perokok.
Para relawan kemudian menjalani pemeriksaan scan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Dari analisis yang cermat terhadap hasil scan, peneliti mendapatkan fakta bahwa relawan yang merokok memiliki korteks otak yang lebih tipis.
Sementara relawan yang berhenti merokok dalam waktu yang lama memiliki korteks otak yang lebih tebal dibanding dengan mereka yang baru beberapa waktu berhenti merokok.
"Dari temuan dalam penelitian kami menunjukkan bahwa berhenti merokok bisa mengembalikan ketebalan korteks otak, meski masih perlu penelitian lebih jauh untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan," kata Profesor Ian Deary, dari University of Edinburgh, yang memimpin penelitian.
Sementara itu, Sherif Karama dari McGill University di Kanada menambahkan relawan yang berhenti merokok ketebalan korteks otaknya pulih setiap tahun meski proses tersebut berjalan lambat dan tidak lengkap.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Molecular Psychiatry yang merupakan bagian dari proyek Disconnected Mind yang didanai oleh Age UK.
(Ism, Sumber: Daily Mail)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
