Bagaimana Jadinya Kalau VW Kodok Dipoles Jadi Mobil Patroli? (Foto: Flickr)
Dream – Polisi Indonesia menggunakan beragam mobil sebagai kendaraan patroli. Mulai Ford Focus, Hyundai Elantra, Mitsubishi Lancer Ex, hingga Mazda 6 dan Mitsubishi Galant V6.
Tapi, ada juga polisi yang menggunakan kendaraan “ lawas”, yaitu mobil VW Kodok. Mobil ini digunakan oleh polisi Direktorat Lalu Lantas Bali.
Dikutip dari akun Instagram @ditlantas_bali, Senin 3 September 2018, mobil ini dicat berwarna putih biru. Agar identitas “ mobil polisi” terlihat, mobil ini dibubuhi tulisan “ POLISI” dan lambang Satlantas di bagian samping mobil.
Bagian samping mobil juga diberi cat merah. Di kaca depan mobil, ditempel stiker “ POLRES BULELENG”. Mobil ini merupakan armada anyar untuk Patwal Satlantas Polres Buleleng.
“ MOBIL CLASSIC CITA RASA MOBIL PATWAL POLANTAS. Mobil Patwal terbaru Polres Buleleng,” tulis @ditlantas_bali.
Jika diperhatikan, mobil VW “ Kodok” yang digunakan oleh Satlantas Polres Buleleng adalah Volkswagen (VW) Beetle. Mobil ini disebut sebagai mobil kodok karena bentuknya mirip kodok. Di Inggris, mobil ini disebut Bug.

Dikutip dari Carsforsale, mobil ini memiliki mesin 4 tabung dan berkapasitas 1.200 CC. Harganya mencapai US$9.495, atau sekitar Rp140,66 juta.
Warganet menyukai mobil patwal anyar Polres Buleleng. Mereka juga bertanya-tanya tentang kecepatan mobil ini ketika melaju.
“ Bisa lari kencangkah… Biasanya patwal kecepatannya luar biasa. Mantappp,” tulis @ina_larosa.
“ Mantap Polres Buleleng,” tulis @wayanekaputraputra.
“ Muantaps bagus banget mobil patwal res Buleleng,” tulis @a.a.gdeoka.
Advertisement

4 Ciri yang Menunjukkan Anda Termasuk Orang Tua yang Menyenangkan

Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!


Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya