Belikan Anak Mobil Baru, 20 Pegawai Diler `Gempor` 3 Jam Hitung Koin 10 Karung

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 Agustus 2021 09:01
Belikan Anak Mobil Baru, 20 Pegawai Diler `Gempor` 3 Jam Hitung Koin 10 Karung
Koin itu dalam nominal yang berbeda. Mau tahu berapa nilai uang koin yang sudah dihitung oleh 20 staf diler tersebut.

Dream - Seorang ayah di China berniat membelikan sebuah mobil untuk anaknya. Tetapi cara pembayaran yang digunakan ayah tersebut membuat seluruh staf dealer harus bekerja keras.

Si pembeli mobil itu memesan kendaraan pilihannya dengan pembayaran tunai. Parahnya, uang yang dibawanya ke sebuah diler adalah koin recehan.

Dikutip dari World of Buzz, media China melaporkan seorang pria di Zhoukou, Provinsi Henan, membeli mobil seharga 51 ribu yuan, setara Rp113 juta. Mobil itu dibayar tunai dengan koin dengan nominal beragam.

Seorang staf dealer wanita, Chen, mengatakan pria itu yang merupakan pengusaha tepung datang membawa 10 karung. Seluruhnya berisi penuh dengan koin.

Chen mengatakan lebih dari 20 staf dealer terpaksa turun tangan. Seluruh koin tersebut akhirnya bisa dihitung seluruhnya dalam waktu lebih dari tiga jam.

 

1 dari 5 halaman

Ramai Komentar Warganet

Beberapa netizen heran staf masih mau menghitung uang. Sementara yang lain menyarankan agar staf menggunakan penghitung koin.

" Toko ini sangat bagus. Mereka bersedia menghitung. Saya tidak akan mau," komentar seorang netizen.

" Bank punya mesin untuk menghitung koin. Itu akan lebih nyaman," kata netizen lain.

" Setelah menghitung koin, mereka akan pergi ke bank untuk menyetor uang, dan staf bank harus menghitungnya lagi," tulis netizen.

2 dari 5 halaman

Tunaikan Nazar, Wanita Ini Beli Motor Pakai Uang Koin Segalon

Dream - Jika sudah berniat teguh, maka keinginan pun bisa terkabul. Sepeti orang-orang yang memang berniat membeli barang impian.

Salah satunya seorang konsumen Honda di Demak, Jawa Tengah, yang telah menabung selama 3,5 tahun untuk membeli motor Honda Scoopy.

Konsumen yang diketahui bernama Situ Barokah itu, baru membeli Honda Scoopy berwarna merah pada 31 Agustus 2020 lalu, dengan menggunakan uang koin.

Pembelian Motor Dengan Uang Koin

Uang-uang itu ia simpan di dalam galon. Momen saat uang koin itu dipindahkan dari galon ke kardus pun dibagikan oleh akun Instagram dealer Honda @cendana.demak.

" Terima kasih untuk bu Siti Barokah desa kramat rt 08/01 Dempet Demak.yg sdh mempercayakan dealer kami Cendana Harum Demak untuk pembelian spm honda scoopy. Semoga bermanfaat dan berkah." tulis akun tersebut.

3 dari 5 halaman

Ibu SIti Barokah

Rupanya sang konsumen, Siti Barokah memang sengaja membili Honda Scoopy merah itu dengan uang koin. Pasalnya, ia memiliki nadzar membeli Honda Scoopy menggunakan uang koin pecahan Rp1.000.

" Singkat cerita bu barokah punya nadzar untuk beli motor honda scoopy pakai uang koin 1000 nan, akhirnya Allah mengabulkan niat dan hajatnya. Sukses selalu,sehat selalu,mudah rejekinya bu.bisa beli lagi di Cendana Demak," lanjut akun tersebut.

 

4 dari 5 halaman

Beli Motor, Emak-emak di Sulsel Bawa Sekarung Recehan Rp2.000

Dream - Beberapa pegawai diler motor dibuat sibuk oleh seorang ibu asal Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Mereka harus menghitung sekarung uang kertas pecahan Rp2.000.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 27 Desember 2018. Ibu bernama Muspina itu datang membawa sekarung uang untuk membeli motor seharga Rp17 juta secara tunai.

Kejadian ini membuat heboh di media sosial setelah seorang pegawai diler, Lilis Karlina, mengunggah foto Muspina dan sekarung uang recehnya ke Facebook. Lilis mengatakan dia bersama beberapa temannya menghabiskan waktu seharian untuk menghitung uang Muspina.

" Kita kewalahan, hampir seharian uang itu dihitung," ujar Lilis, dikutip dari Liputan6.com.

5 dari 5 halaman

Pegawai Diler Tetap Bahagia

Meski begitu, para pegawai mengaku senang. Salah satu pegawai lainnya, Mardiana Mardin, mengucapkan terima kasih karena Muspina sudah membeli motor di dilernya.

" Terima kasih kamu ucapkan kepada Ibu Hajah Muspina yang telah memberikan kepercayaan kepada kami menghitung uang pecahan Rp2.000-nya dengan maksud membeli motor Honda Beat di kantor NSS cabang Kahu," kata Mardiana.

Mardiana juga menyatakan pihaknya tidak akan menolak jika ada orang lain yang juga membeli motor dengan uang receh.

" Ditunggu tabungan-tabungan selanjutnya untuk pembelian unit baru lagi. Semoga selalu diberikan kesehatan dan ditambahkan rezekinya," kata Mardiana.

Berdasarkan informasi, total uang Rp2000-an yang dibawa Muspina dalam karung mencapai Rp10 juta. Sisanya sebanyak Rp7 juta dilunasi Muspina menggunakan uang pecahan Rp100 ribu.

Sumber: Liputan6.com/Fauzan

Beri Komentar