Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Banyak orang yang sudah tahu bahwa menyikat gigi merupakan cara menjaga kesehatan rongga mulut. Namun yang masih banyak belum diketahui berapa lama dan waktu yang tepat untuk menggosok gigi.
Inilah yang menyebabkan rutin menggosok gigi belum tentu membuat gigi selalu sehat. Bila dilakukan sembrono, sikat gigi tak membawa manfaat berarti bagai kesehatan mulut.
Hal ini terlihat pada laporan Riset Kesehatan Dasar 2013 oleh Kementerian Kesehatan. Hasil riset tersebut, angka kesadaran menyikat gigi masyarakat meningkat namun begitu juga dengan prevalensi karies gigi.
Waktu yang tepat menggosok gigi minimal dua kali sehari terutama sebelum tidur karena bakteri berkembang biak di malam hari. Saat tidur, sirkulasi di mulut akan tertutup sehingga bakteri leluasa mengolah sisa makanan menjadi asam yang menyebabkan bau mulut dan gigi berlubang.

Sedangkan jangka waktu menyikat gigi idealnya adalah minimal dua menit. Logikanya, banyak daerah yang harus disikat mulai bagian kiri dan kanan, juga luar dan dalam, semua harus dibersihkan.
Saat menyikat gigi, penting untuk dipahami, kekuatan yang digunakan haruslah tepat. Teknik yang digunakan haruslah sedang, tidak keras, dan tidak terlalu pelan.
Sahabat Dream, teknik dan jangka waktu menyikat gigi tidaklah cukup bila tak diiringi dengan pemilihan pasta gigi yang tepat. Pasta gigi yang digunakan sebaiknya mengandung enzim baik dan dibuat tanpa detergen yang justru membuat rongga mulut kering.

Misalnya seperti Enzim Classic Mild. Dengan rasa yang lembut, pasta gigi ini dibuat tanpa detergen. Enzim amyloglucosidase, glucose oxidase, lactoperoxidase bermanfaat untuk mengembalikan kualitas air ludah agar dapat mengontrol keseimbangan bakteri di dalam rongga mulut.
Lysozyme dan lactoferrin bermanfaat untuk menangkal bakteri pathogen penyebab penyakit. Dengan kandungan-kandungan tersebut, Enzim Classic Mild dapat mengontrol keseimbangan bakteri rongga mulut sehingga dapat membantu mengatasi sariawan dan bau mulut serta mencegah kekambuhannya.
Ayo gunakan Enzim Classic Mild untuk kesehatan gigi dan mulutmu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya