Berawal Iseng, Vinna Gracia Sukses Jadi MUA di AS

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 19 Maret 2018 10:29
Berawal Iseng, Vinna Gracia Sukses Jadi MUA di AS
Vinna mengaku sangat menikmati pekerjaan yang menuntutnya untuk berkomunikasi dengan banyak orang.

Dream - Kesempatan memang tak datang dua kali. Meski hanya berawal dari keisengan, makeup artist Vinna Gracia berhasil menorehkan namanya di industri tata rias Amerika Serikat (AS).

Awalnya, Vina hanya mengambil kelas makeup untuk mengimbangi kegiatannya. Namun di dunia tata rias justru dia menemukan passion yang ingin digali lebih dalam.

" Aku orangnya hidup tuh harus ada passion gitu, aku nggak bisa jalanin apa yang ada. Orang itu harus jalanin something with the whole heart gitu,” ujar Vinna saat ditemui di Jakarta Selatan.

Dia sempat mencari-cari kelas baking dan masak. Namun, salah satu temannya yang berprofesi sebagai makeup artist mengajak Vina untuk ikut dalam kelas tersebut.

“ Teman aku makeup artist dan dia bilang'“ Eh, lo nggak mau belajar make up? Sini belajar sama gue aja. Ambil kelas pro aja bareng gue.' Tahu-tahu ketagihan makeup-in orang. Kayak bikin gue seneng aja gitu,” ungkap Youtuber ini.

Vinna mengaku menikmati pekerjaan yang menuntutnya untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Melalui makeup, dia bisa membuat orang lain sadar kalau setiap orang bisa terlihat cantik.

They discover their beauty side too. I think I love to help them to realize. Beauty on the inside, jadi kepancar keluar, gitu. They still look like themselves, tapi kok bisa dibikin begini, ya?” jelas wanita 26 tahun ini.

1 dari 1 halaman

Pengalaman Vinna Gracia Merias Wajah Wanita Asia dan AS

Pengalaman Vinna Gracia Merias Wajah Wanita Asia dan AS © Dream

Dream – Makeup Artist dan Youtuber Vinna Gracia berhasil jejaki industri tata rias Amerika Serikat (AS). Berkiprah di negeri orang membuat Vinna memahami perbedaan tata rias antara wanita Asia dan AS.

Menurut Vina, perbedaan jenis wajah, iklim, dan cuaca mempengaruhi tata rias di AS dan Asia.

“ Aku punya kesempatan buat belajar banyak, yah. Kliennya beda, jenis mukanya beda, iklim dan cuacanya lain, gitu. Jadi, sebenarnya aku benar-benar buat nambah ilmu aja,” kata Vinna di Jakarta Selatan, kemarin.

Vinna mencontohkan Indonesia memiliki udara yang lebih lembap ketimbang Negeri Paman Sam. Kelembapan ini berpengaruh terhadap kondisi kulit orang Indonesia.

" Kalau di sini kulitnya lebih oily-combination skin," ujar dia.

Vinna mempraktekkan penggunaan make up

Sementara di AS udaranya cenderung kering. Sehingga penggunaan foundation cenderung lebih tipis.

" Sempat orang Indonesia ke Amerika, ingin pakai makeup setiap hari. Tapi, nggak pakai foundation. Karena foundation bikin mereka kayak tertarik (kulitnya), karena saking udaranya kering,” ucap Vinna.

Vinna juga melihat orang-orang di AS lebih memilih riasan sederhana untuk mempercantik penampilan mereka. Wanita AS , kata dia, ingin menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan.

Sementara di Indonesia, banyak klien Vinna yang tertarik mencoba segala jenis makeup.

“ Tipe-tipenya mereka (orang Amerika) pakai make up natural, very light lashes," ucap dia.

Untuk pilihan warna, Vinna tidak mendapati perbedaan antara makeup di Indonesia dan AS. Keduanya sama-sama memilih warna natural, seperti coklat, emas, mauve, atau warna-warna nude yang dipadukan dengan riasan mata yang natural maupun dramatis.

Meski berbeda secara penanganan, Vinna tetap menghormati pilihan makeup orang-orang itu.

" Aku mengapresiasi kedua tipe makeup, karena aku rasa di sini klien pun bereksplorasi banget soal make up. Jadi, seneng aja bisa terlibat dua tipe itu,” ujar dia.

Beri Komentar