Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Berencana Liburan Bawa Anak Saat Pandemi? Ingat Pesan Dokter

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 15 Oktober 2020 09:48
Berencana Liburan Bawa Anak Saat Pandemi? Ingat Pesan Dokter
Risiko tertular Covid-19 bisa muncul dari mana saja saat kita keluar rumah, terutama pada anak-anak yang masih berusia dini.

Dream - Menghadapi pandemi Covid-19 sejak masuk ke Indonesia pada Maret 2020, memang sangat menguras kesabaran para orangtua. Sekolah dari rumah, anak-anak pun tak bisa main dengan bebas.

Interaksi sosial bisa sangat membahayakan buah hati. Rasa jenuh dan bosan pasti dirasakan seluruh anggota keluarga. Mungkin Sahabat Dream mulai mempertimbangkan untuk mengajak anak untuk jalan-jalan atau liburan.

Jika iya, pertimbangkan dengan matang, termasuk dampaknya bagi kesehatan. Risiko tertular Covid-19 bisa muncul dari mana saja saat kita keluar rumah, terutama pada anak-anak yang masih berusia dini.

" Risiko tertular Covid-19 pada orang dewasa dan anak hampir sama. Anak malah lebih rentan karena mereka belum mampu memahami fungsi dari masker. Saat main dilepas, begitu juga saat dia berinteraksi," kata dr. Charles, M. Sc., spesialis anak di RSUD Jati Padang, dalam acara bincang-bincang Satgas Covid-19 " Perlindungan Ibu, Anak, dan Balita dari COVID-19” di Graha BNPB, hari ini 14 Oktober 2020.

 

 

1 dari 5 halaman

Menurut dr. Charles, saat ini jauh lebih baik dan aman bagi anak-anak untuk tetap di rumah. Cari aktivitas yang bisa dilakukan dalam rumah dan menyenangkan. Liburan atau jalan-jalan memang bisa meredakan rasa bosan, tapi hal itu akan meningkatkan risiko tertular Covid-19.

" Saya sampaikan seperti juga pesan Ketua IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dokter Aman Pulungan, lebih baik menahan rasa bosan daripada rasa sedih menunggu anak dalam kondisi sakit, itu jelas pesannya," kata dr. Charles.

Jadi ayah bunda, cobalah lebih bijak membuat keputusan dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Ingat, kondisi anak kesehatan anak dan seluruh keluarga jadi taruhannya.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Demi Perlindungan Maksimal, Haruskah Stok Masker Medis di Rumah?

Dream - Masker jadi barang yang wajib digunakan demi memutus rantai penularan Covid-19. World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker kain tiga lapis untuk pemakaian sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Untuk itu, penting menyediakan masker kain dalam jumlah banyak di rumah. Untuk ayah, ibu dan anak-anak. Lalu haruskah menyetok masker medis di rumah? Masker medis sebelumnya langka di pasaran dan harganya melambung tinggi.

Hal tersebut terjadi saat Maret dan April awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Tenaga kesehatan sampai kesulitan untuk mendapat masker medis. Untungnya saat ini stok masker medis di pasaran kembali normal. Harganya juga lebih terjangkau.

Menurut WHO, masker medis lebih diperuntukkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Seperti asma, TBC, pasien kanker atau yang memiliki masalah imunitas. Masker medis tentunya juga direkomendasikan untuk tenaga medis yang bekerja di pusat layanan kesehatan.

Faktanya, masker medis tak bisa menangkal penularan virus Covid-19 seratus persen. Masih ada faktor lainnya yang juga berperan yaitu apakah disiplin cuci tangan pakai sabun/ menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan level imunitas tubuh.

 

3 dari 5 halaman

Bila memang di rumah memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berat atau masalah imunitas, menyetok masker medis di rumah direkomendasikan. Beli dalam jumlah secukupnya, jangan berlebihan.

Simpan di tempat yang bersih dan steril. Akan lebih baik jika dikemas dalam wadah tertutup. Pemakaian masker medis juga dianjurkan oleh orang yang sehat dalam kondisi tertentu.

Masker medis

" Masker bedah disarankan jika datang ke tempat yang ramai," kata dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" beberapa waktu lalu.

Bila terpaksa harus keluar rumah dan mendatangi area yang ramai, seperti rumah sakit, berbelanja kebutuhan pokok, masker medis bisa digunakan untuk perlindungan optimal. Meski demikian, jangan lupa untuk jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun serta ganti baju sesampainya di rumah, demi mengurangi risiko penularan secara signifikan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

4 dari 5 halaman

Cegah Kluster Keluarga, Satgas Covid-19 Ingatkan yang Sering Keluar Rumah

Dream - Penyebaran kasus Covid-19 kini mulai banyak di kalangan keluarga. Mulai dari ayah, ibu, anak, kakek, nenek bahkan hingga bayi yang baru lahir bisa tertular COvid-19 jika salah satu penghuni rumah tak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Mengapa kluster keluarga bisa terjadi? Menurut dr. Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dalam acara bincang-bincang " Ragam Cluster di Indonesia" bersama dr. Lula Kamal mengungkap kalau sumber kluster kelaurga adalah mereka yang paling sering beraktivitas di luar rumah.

Cegah Kluster Keluarga, Satgas Covid-19 Ingatkan yang Sering Keluar Rumah

" Sumber penularan di keluarga yaitu yang paling sering keluar rumah, bekerja di luar. Satu bawa virus semua bisa kena," ujar dr. Dewi, Rabu 30 September 2020.

Untuk itu bagi Sahabat Dream yang terpaksa harus keluar rumah, pastikan mengenakan masker. Hindari kerumunan. Jika harus berbelanja bahan kebutuhan dan area pasar cukup ramai, dr. Dewi merekomendasikan untuk mengenakan masker medis.

" Untuk masker kain tiga lapis, turunkan risiko 45 persen. Masker medis atau masker bedah, bisa turunkan risiko penularan hingga 70 persen," ungkap dr. Dewi.

 

5 dari 5 halaman

Saat keluar rumah, selalu ingat kalau risiko tertular di depan mata. Cegah dengan disiplin menggunakan masker. Selalu bawa hand sanitizer ke mana pun dan jaga jarak dengan orang lain serta hindari kerumunan.

Cuci Tangan Pakai Sabun Masih Sulit Dilakukan di Indonesia, Ini Sebabnya

Sesampainya di rumah, jangan langsung kontak dengan anggota keluarga. Ganti pakaian, taruh barang bawaan di luar rumah. Disinfektan barang pribadi, mandi dan keramas.

" Usahakan untuk kurangi kegiatan aktivitas di luar karena ada risiko yang dibawa pulang ke rumah. Jangan jalan-jalan di tempat yangg penuh keramaian. Jika ada tamu ke rumah baik saudara dekat atau teman tetap jalani protokol kesehatan, cuci tangan, jaga jarak," pesan dr. Dewi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19.  Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar