Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Berolahraga. (Source: Shutterstock)
Dream - Umumnya, seseorang dianggap telah berolahraga setelah tubuh berkeringat. Banyaknya keringat yang keluar dianggap sama dengan jumlah kalori yang dibakar.
Padahal, banyaknya keringat tidak sama dengan jumlah kalori yang terbakar. Keringat akan diproduksi saat suhu tubuh sedang panas.
" Tubuh berkeringat adalah cara untuk mendinginkan suhu tubuh selama berolahraga atau penyebab peningkatan suhu tubuh lainnya," ungkap Thad E. Wilson, Profesor di Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Kentucky, dikutip dari Health.
Oleh karena itu, tak heran jika tidak semua orang berkeringat saat berolahraga seperti ketika melakukan program High Intensity Interval Training (HIIT).
Saat berkeringat, tubuhmu belum tentu sedang membakar lemak. Tubuh berkeringat hanyalah indikasi bahwa tubuh kamu kehilangan air, bukan lemak tubuh.

Jika ingin membakar lebih banyak kalori dan lemak, lakukan gerakan olahraga yang melibatkan beberapa otot. Biasanya, kalori akan terbakar secara signifikan selama melakukan aerobik dan angkat beban.
Ketika tubuh tidak berkeringat saat berolahraga berat, bukan berarti olahragamu kurang efektif. Itu menandakan bahwa suhu tubuhmu tidak meningkat terlalu banyak.
Setiap orang juga berkeringat dalam suhu yang berbeda-beda. Biasanya, orang yang tinggal di daerah bersuhu panas akan lebih mudah berkeringat. Namun, hal tersebut juga belum bisa menentukan efektivitas berolahraga dan pembakaran kalori maupun lemak tubuhmu.
Di samping melakukan jenis olahraga dan gerakan yang tepat, pantau detak jantungmu. Tubuh akan melakukan pembakaran lemak secara optimal jika detak jantungmu berada pada 60-70 persen dari detak maksimalnya.
Kamu bisa menghitung detak jantung maksimal dengan melakukan perhitungan 220 dikurangi usiamu. Lalu, kalikan dengan 60 dan 70 persen untuk mendapatkan rata-rata detak jantung terbaik untuk pembakaran lemak.
Laporan: Amaanda Putri Ivana
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam