Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ponsel
Dream - Informasi mengenai tumbuh kembang dan kesehatan anak semakin mudah didapatkan para orangtua melalui internet. Perkembangan digital memang mempermudah orangtua mencari informasi. Tinggal pencet-pencet gadget, seluruh info muncul di depan mata dalam sekejap.
Sisi gelapnya, menggunakan gadget di sekitar anak bisa memicu timbulnya konflik dan interaksi negatif. Situasi " berebut" ponsel atau si kecil yang berteriak sambil memukul minta
perhatian, pasti sering dihadapi oleh para orangtua.
" Sangat sulit bagi ibu dan ayah untuk membagi fokus otak saat menggunakan gadget, batas yang ada pun telah kabur," kata Jenny Radesky, MD, seorang ahli perilaku anak dan dokter anak di University of Michigan’s C.S. Mott Children’s Hospital.
Sama sekali melepaskan gadget juga jadi hal yang tidak mungkin dilakukan. Lagipula gadget sering dijadikan alat untuk memperkenalkan banyak hal pada anak.
Saat menggunakan gadget di sekitar anak ada siasat yang bisa dilakukan agar tidak berlebihan.
Pertama, siapkan batasan waktu kapan gadget tak boleh ada di tangan. Misalnya saat di meja makan, menemani anak tidur, atau ketika mendampinginya bermain di halaman.
Monitor juga durasi pemakaian Anda menggunakan ponsel menggunakan aplikasi seperti Moment. Aplikasi tersebut bisa mencata berapa lama waktu penggunaan Anda di media sosial, email pekerjaan dan aktivitas internet lain.
Hindari juga membuka sesuatu yang serius ketika anak ada di sekitar. Misalnya membuka email kantor dan Anda harus konsentrasi sementara anak berteriak, menarik-narik dan berusaha sekuat tenaga mencuri perhatian Anda. Hal itu karena kondisi tersebut akan dengan mudah memicu emosi Anda pada anak.
(Sah/Sumber: Baby Center)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya