Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Remaja Berempati (Foto: Understood)
Dream - Dalam memilih sekolah anak remaja terutama tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dibutuhkan banyak pertimbangan. Bukan hanya dilihat dari kualitas akademiknya tapi juga sisi psikologis dan pengembangan kepribadian.
Salah satu konsep pendidikan kepribadian yang kini mulai banyak digunakan yaitu Social and Emotional Thinking (SET). Program ini memfokuskan pada keseimbangan emosi dan sosial siswa. Salah satu sekolah yang menerapkannya adalah Australian Independent School (AIS).
" SET ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman emosional, empati dan kepedulian. Selanjutnya akan terus disempurnakan dengan perkembangan terbaru kehidupan remaja," kata Linzi Band, Kepala Sekolah Australia Independent School Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Kamis, 10 November 2016.
Sebagai salah satu pengajar SET, Linzi menjelaskan bahwa program ini telah diterapkan untuk anak-anak kelas 7-12. Program dibuat dua sesi setiap minggunya dan telah berjalan selama dua tahun.
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa berkesempatan untuk duduk berdua dengan guru yang telah dibekali ilmu SET di sebuah ruangan. Mereka dipersilakan untuk bercerita atau berdiskusi secara terbuka.
" Program ini memang dirancang khusus untuk mendukung lingkungan yang penuh keberagaman sehingga anak bisa membangun hubungan yang baik dengan sekitar," ujar Linzi.
Keberagaman yang diajarkan mencakup berbagai masalah seperti ekonomi, perbedaan fisik, agama, budaya dan masih perbedaan lainnya. Hal itu diimplementasikan dalam materi yang diterima siswa di kelasnya. Pengajaran SET ini terutama menyangkut mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain. Termasuk upaya dalam menghargai pendapat orang lain yang erat dengan pengendalian emosi.
" Pengajaran ini sangat interaktif, siswa diberi pemahaman bagaimana seharusnya bersikap dalam mengatasi kondisi yang berbeda-beda. Komunikasi efektif berguna untuk membentuk kepemimpinan, mengatasi cybersafety atau pada saat mengatasi kecanduan," papar Linzi.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun