Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi: Anak Stres
Dream - Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami gangguan kecemasan dan stres. Respons yang muncul saat stres ini berbeda-beda di tingkat usia dan sangat tergantung bagaimana kepribadiannya.
Sebagai orangtua, Sahabat Dream bisa melihat tanda-tanda umum ketika anak mengalami stres. Meskipun anak bisa bereaksi berbeda ketika stres, tapi jika ada perubahan-perubahan
berikut sebaiknya segera cari tahu penyebab stresnya.
Dokter anak, Michelle L Bailey mengungkap anak yang stres biasanya sering mengeluhkan sakit kepala atau sakit perut. Namun setelah diperiksa dokter tidak ada
masalah apapun.
" Biasanya orangtua segera membawa anak ke dokter jika keluhan tersebut terjadi terus menerus. Tak masalah untuk memeriksakannya, tapi jika keluhan berulang dan tak ditemukan masalah, kemungkinan besar itu tanda stres. Dokter anak berpengalaman biasanya akan bisa menganalisisnya," kata Bailey.
Tanda lainnya yang muncul adalah anak sulit tidur. Konsentrasinya pun menurun di sekolah dan berdampak buruk pada prestasinya. Sikapnya juga bcenderung berubah, misalnya jadi lebih pendiam, mengurung diri, atau bahkan membuat ulah dan lebih sulit diatur serta cepat marah.
Kebiasaan buruk juga sering dilakukannya seperti gigit kuku atau memilin rambut. Pada beberapa kasus, anak juga bisa mogok sekolah. Mencari pemicu stres anak adalah langkah awal untuk membantunya menangani stres.
Perubahan besar dalam keluarga biasanya yang paling sering jadi penyebab anak stres. Bisa berupa pertengkaran yang dilihatnya, perpisahan atau ketika anak pertama kali menghadapi kematian anggota keluarga.
" Stres anak juga sering muncul ketika ia memiliki jadwal yang sangat padat dan tak memiliki cukup waktu beristirahat. Untuk itu perhatikan juga jangan sampai anak kelelahan karena jadwal sekolah dan les yang terlalu banyak," ujar Bailey.
Tanyakan juga seputar pertemanannya di sekolah. Pertengkaran dengan teman di sekolah akan sangat mudah membuat anak stres dan malas ke sekolah. Begitu juga dengan bullying yang bisa membuat anak sangat stres. Dengan mencari pemicunya Anda bisa membantunya mencari solusi dan menangani stres dengan baik.
(Ism, Sumber: psychcentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang