5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Keju
Dream - Sayur dan buah memang sangat bermanfaat untuk perkembangan tubuh anak. Tapi perhatikan juga asupan protein untuk buah hati.
Selama masa pertumbuhan, protein dibutuhkan sebagai nutrisi utama untuk otak. Kemampuan kognitifnya bisa berkembang lebih baik dengan pemenuhan asupan protein secara maksimal.
Untuk anak batita (bawah tiga tahun) harus dipastikan kebutuhan proteinnya terpenuhi dengan baik. Mereka butuh sekitar 25 persen per hari dari total asupan harian atau sekitar 70 hingga 100 mg.
" Sekitar 85 persen pertumbuhan otak terjadi di tiga tahun awal kehidupan. Anak usia 0 hingga 3 tahun harus mendapat cukup makanan protein yang mengandung DHA, yaitu asam omega-3 yang sangat penting untuk pertumbuhan sel otaknya," ujar dr Scott Cohen, dokter anak dan juga penulis buku " Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby's First Year.
Untuk memperbanyak asupan protein bagi anak Cohen merekomendasikan hal-hal berikut.
1. Perbanyak konsumsi makanan kaya DHA
Ikan salmon, tuna, ASI, kacang-kacangan dan susu formula jadi sumber protein kaya DHA. Anda bisa menambahkan asupan tersebut pada menu yang disajikan untuk si kecil. Pastikan setiap hari ada sumber protein yang dikonsumsinya.
2. Olahan susu
Cohen menyarankan setidaknya anak usia 2-3 tahun mengonsumsi dua produk olahan susu setiap hari. Protein DHAnya sangat tinggi dan juga bisa membantu untuk kesehatan otot dan giginya. Produk olahann ini berupa keju atau yogurt.
3. Protein nabati
Sumber DHA bukan hanya dari ikan laut tapi juga kacang-kacangan. Anda bisa memberikan si kecil kacang hijau, kacang kedelai, edamame atau kacang-kacang lainnya.
(Ism, Sumber: Parenting)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?