Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perawatan Medis (Foto: Shutterstock)
Dream - Pada beberapa kondisi, pasien sudah tidak merespons perawatan medis. Obat dan prosedur medis tak mampu lagi menyembuhkan penyakit yang dialami.
Dalam kondisi ini, pasien tetap membutuhkan perawatan yang disebut perawatan paliatif. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan meringankan beban pasien.
Perawatan paliatif biasanya diberikan pada pasien pasca operasi, orang lanjut usia (lansia) yang mengalami penyakit kronik dan membutuhkan perawatan khusus. Layanan homecare atau perawatan di rumah menjadi solusi yang baik.
" Pasien yang menjalani rangkaian perawatan karena penyakit kronis tentu mengalami berbagai rintangan dan kesulitan sehingga memengaruhi semangat dan psikologis baik pasien dan keluarga yang merawat. Homecare bisa menjadi salah satu dukungan semangat terbesar bagi mereka," ujar Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM di Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.
Menjawab kebutuhan homecare yang terintegrasi, Veronica Tan memperkenalkan LoveCare. Ini merupakan aplikasi penghubung pasien dan keluarga dengan tenaga medis profesional.
" Selain menawarkan bantuan, aplikasi juga mempermudah pasien dan keluarga dalam membaca riwayat penyakit. Tenaga medis yang tersedia sudah kita screening serta dilatih secara jiwa dan raga. Ini kan menyangkut nyawa dan datang ke rumah. Setiap kondisi pasien harus tercatat dengan baik agar dapat dimonitor oleh dokter," kata Veronica.
Pengguna dapat memesan tenaga medis mulai dari perawat, asisten perawat dan caregiver. Mantan istri Basuki Tjahaja Purnama itu memastikan, tenaga medis akan memantau, membantu dan membuat laporan terkait kondisi pasien setiap hari.
Kondisi vital tubuh pasien seperti tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, laju pernapasan hingga tingkat rasa sakit direkam secara online agar dokter juga dapat memonitor perkembangan pasien.

Selain tindakan medis, pasien juga dilayani sepenuh hati agar tidak tertekan dengan penyakitnya.
" Tenaga medis kami melayani bukan hanya dari segi medical tapi juga mendampingi dan menganggap pasien seperti orang tua sendiri. Kalau cuma medical tapi tidak diajak ngobrol dan tidak ditemani secara batin kan tidak optimal," ucap wanita 42 tahun itu.
Pengguna dibebaskan memilih preferensi tenaga medis seperti jenis kelamin dan keahlian mereka. Jika pasien memiliki permintaan spesifik terkait kondisi medis dan psikologis, bisa menuliskannya di kolom pesan.

" Misalnya ada perintah dari dokter untuk merawat luka pasien atau pasang kateter, itu bisa kita tulis requestnya. Jadi nanti perawat yang dikirim telah disesuaikan dengan request pasien," jelasnya.
Pemesanan dan pembayaran dilakukan secara online. Biaya dapat disesuaikan sesuai durasi layanan mulai dari harian, mingguan dan bulanan mulai dari Rp1.080.000 - Rp28.000.000 untuk tipe marketplace. Ada juga tipe layanan premium dengan biaya yang lebih bervariasi.
" Ini tentu berbayar. Perawat kita dibayar dengan baik. Ada harga ada kualitas, kita mau perawat harus mampu melayani dengan kualitas sepadan," pungkasnya.
Dream - Brand fesyen Muslim kenamaan, Shafira, meluncurkan kantin sedekah Rumah Singgah Humanis (Rengganis). Kantin yang berlokasi di Jalan Wastukencana, Bandung, Jawa Barat, ini menyediakan makanan secara gratis.
" Semua bisa makan gratis di sini, semua juga bisa berbagi di sini," ujar Founder Shafira Corporation, Fenny Mustafa, melalui keterangan tertulis, Selasa 8 Oktober 2019.
Kantin ini didirikan sebagai sarana bersedekah bagi setiap orang. Sedekah yang terkumpul akan diwujudkan dalam bentuk makanan dan disalurkan kepada para keluarga pasien maupun kaum dhuafa.
Rengganis merupakan rumah singgah untuk keluarga pasien yang tak punya cukup uang untuk menyewa kamar ketika memeriksakan diri ke Rumah Sakit Hasan Sadikin maupun rumah sakit lainnya di Bandung.
Fenny mengatakkan, kantin sedekah awalnya didirikan oleh Zoya untuk mendukung program Jabar Bergerak. Kantin Sedekah Rengganis bertujuan menyediakan makanan kepada pasien dari tempat jauh yang sedang menunggu jadwal pemeriksaan.

Kini, Kantin Sedekah Rangganis ini juga memberi makanan gratis kepada kaum dhuafa dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.
" Harapanya Zoya bisa ikut berpartisipasi berbagi bagi masyarakat sekitar dan memberikan makanan yang bergizi bagi para penghuni beserta keluarganya dan juga bagi masyarakat umum sekitar lingkungan Rengganis," kata Fenny.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya