Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Nasi bagi masyarakat Indonesia merupakan makanan pokok. Pastinya, wajib ada di setiap waktu. Seringkali saat memasak terlalu banyak, nasi disimpan untuk dimakan keesokan hari.
Kebiasaan ini sebenarnya tidak masalah sepanjang kamu tahu cara menyimpannya dengan tepat. Pasalnya nasi sisa bisa ditumbuhi bakteri yang bisa membuat keracunan.
Dikutip dari House Beautiful, saat nasi masih berupa beras, terdapat spora Bacillus cereus. Spora tersebut bagian dari bakteri yang dapat bertahan hidup ketika beras dimasak.
Jika nasi didiamkan dalam suhu kamar setelah dimasak, spora itu dapat tumbuh menjadi bakteri yang jumlahnya berlipat ganda. Tentu saja bila dikonsumsi dapat menyebabkan muntah atau diare.
Semakin lama nasi didiamkan pada suhu kamar, semakin besar kemungkinan bakteri akan membuat nasi tidak aman untuk dikonsumsi. Artinya sangat penting untuk menyimpan nasi dengan cepat jika akan dipanaskan kembali.
Bagaimana agar nasi tidak dipenuhi bakteri beracun? Idealnya, nasi segera dikonsumsi setelah dimasak. Jika memang terdapat cukup banyak sisa, dinginkan secepat mungkin. Kamu bisa menghilangkan uap panasnya dengan kipas.
Setelah tidak panas, masukkan saja dalam lemari pendingin. Saat ingin dimakan, baru dipanaskan.
Tapi ingat ya Sahabat Dream, jangan memanaskan nasi lebih dari satu kali.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya