Madu Manuka (Foto: Shutterstock)
Dream - Simpati dunia sedang tertuju pada Selandia Baru setelah terjadi penembakan di dua masjid Kota Christchurch, pada Jumat 15 Maret 2019.
Negara cantik ini sebenarnya sedang naik daun dalam hal pariwisata karena keindahan alamnya. Termasuk gencar mempromosikan produk-produk pertaniannya yang organik dan berkualitas tinggi. Salah satu yang sangat diunggulkan dari Selandia Baru adalah madu Manuka.
Madu ini merupakan kombinasi nektar dari bunga Manuka (Leptospermum scoparium) yang hanya tumbuh di Selandia Baru dan zat dari lebah. Lantas, apa yang membuat Manuka berbeda dari madu lainnya?
Bunga manuka tumbuh di daerah terpencil dengan udara yang bersih di Selandia Baru. Kualitas udara, yang membuatnya istimewa. Pembuatannya pun cukup singkat, sekitar enam minggu setahun saat tanaman berbunga.
Dalam Manuka, diketahui kandungan zat gizinya 4 kali lipat lebih banyak dari madu-madu biasa. Pada 1981, peneliti di New Zealand University of Waikato, menemukan, madu Manuka mengandung enzim yang lebih tinggi daripada madu biasa.
Cara terbaik untuk menikmatinya adalah langsung dari sendok, tetapi juga dapat menggantikan madu biasa dalam teh atau kopi. Bisa juga ditambahkan dalam makanan seperti sereal, yogurt, dan smoothies.
Madu Manuka tersedia dalam berbagai varian dan ukuran. Madu ini dibanderol dengan harga mulai 20 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp 195 ribu hingga 199 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp 1,9 juta. Ada pula MGO™ 1000+ Manuka Honey - Limited Release seharga 270 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp2,6 juta.
Laporan: Putu Elmira/ Liputan6.com
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini