6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Tren terbaru di antara fanatik kebugaran atau bahkan fashionista adalah memakai celana yoga (legging) dan sport bra.
Saat ini banyak wanita di pusat perbelanjaan, jalan-jalan dan pasar yang memakai celana yoga. Selain terlihat seksi, mereka mungkin merasa nyaman memakainya daripada celana jins.
Mereka mengaku lebih nyaman menggunakan celana yoga karena bahannya halus dan elastis, daripada celana jins ketat yang lebih kasar dan berat.
Celana yoga dan sport bra dipopulerkan pemakaiannya di area publik oleh Jen Selter. Popularitasnya begitu tinggi hingga tidak hanya dipakai selama di gym. Celana yoga bahkan telah menjadi celana jeans baru bagi para wanita generasi muda.
Padahal ada beberapa hal merugikan jika memakai celana yoga secara terus-menerus. Yang paling sering adalah kondisi kulit seperti iritasi dan ruam.
Celana yoga yang begitu melekat pada kulit membuat kulit kesulitan untuk bernapas. Hal ini menyebabkan iritasi kulit akibat penyumbatan keringat.
Di samping itu, bahan dalam celana yoga dan sport bra bisa menimbulkan radang folikel yang disebut folikulitis. Folikulitis merupakan kondisi kulit di mana folikel rambut menjadi meradang. Folikulitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.
Dalam kondisi normal, iritasi dan ruam bisa hilang dalam jangka waktu yang singkat 7-10 hari. Namun untuk kasus folikulitis, Anda harus menemui dokter.
Agar terhindar dari masalah tersebut, biarkan tubuh Anda bernapas untuk sementara. Setelah memakai dalam jangka waktu lama selama sehari, gantilah dengan pakaian yang tidak lengket pada kulit. Anda juga bisa membuka baju agar kulit bisa bernapas dengan leluasa.
(Ism, Sumber: wittyfeed.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
