6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
© MEN
Dream - Dua tahun belakangan menjadi tantangan bagi para pebisnis untuk mempertahankan usaha dari terpaan pandemi Covid-19. Namun tak semua sektor bisnis menjadi gelap gulita di tahun ini. Beberapa perusahaan malah berkinerja cemerlang bahkan meningkatkan jumlah tenaga kerjanya.
Dalam riset yang dibuat Revou tercatat industri di bidang keuangan elektronik (Financial Technology) termasuk sektor usaha yang banyak merekrut pegawai di tahun penuh tantangan ini.
Revou melaporkan Bibit yang dikenal sebagai perusahaan fintech penyedia aplikasi reksadana untuk investor pemula menempati urutan pertama sebagai pemilik pegawai terbanyak. Setahun belakangan Bibit mencatat pertumbuhan jumlah karyawan sebesar 233 persen dari 121 karyawan menjadi 404 karyawan.
Pertumbuhan ini tak lepas dari pendanaan yang diperoleh bibir sebanyak 2 kali pada 2021. Injeksi modal tersebut masing-masing US$30 juta atau sekitar Rp430 miliar dan sebesar US$65 juta atau Rp931 miliar di bulan Mei 2021.
Selain Bibit, ada 3 perusahaan fintech lain yang berhasil berada di 10 besar yakni Ajaib pada urutan kedua, Flip pada urutan keempat, dan Xendit di urutan keenam.
Ajaib mendapatkan pendanaan seri A sebesar US$90 juta (Rp1,2 triliun) di bulan Maret dan seri B sebesar US$135 juta (Rp1,9 tiliun) di bulan Oktober.
Sedangkan Flip mendapat pendanaan seri B sebesar US$48 juta (Rp688 miliar) di bulan Desember, dan Xendit mendapat pendanaan seri C sebesar US$150 juta (Rp2,1 triliun) di bulan September.
Pendanaan ini membuat Ajaib dan Xendit menyandang status Unicorn di tahun 2021 ini, karena valuasi mereka menyentuh US$1 miliar.
Startup yang sempat diperbincangkan karena mendapatkan pendanaan dari Jeff Bezos, Ula, masuk sebagai tiga besar perusahaan teknologi dengan pertumbuhan karyawan tertinggi di 2021.
Karyawan Ula pada 2021 bertambah dari 161 menjadi 424 karyawan, dengan persentase pertumbuhan 163,35 persen.
Di tengah dominasi perusahaan fintech, edutech, maupun e-commerce yang merajalela, ada 2 perusahaan yang berasal dari industri yang unik yaitu aggregator logistik dan aquaculture intelligence.
Shipper adalah perusahaan agregator logistik yang mulai beroperasi di tahun 2017. Pertumbuhan karyawan mereka cukup pesat dari 427 menjadi 874 karyawan atau 104.68 persen.
Sedangkan perusahaan Aquaculture Intelligence pertama di Indonesia, eFishery, mengalami pertumbuhan karyawan sebesar 103 persen atau bertambah 258 karyawan di 2021.
Menurut data RevoU, berikut adalah 10 perusahaan teknologi lokal dengan persentase pertumbuhan karyawan tertinggi pada tahun 2021.
- Bibit: 233 persen
- Ajaib: 209 persen
- Ula: 163 persen
- Flip: 161 persen
- Zenius: 136 persen
- Xendit: 104 persen
- Shipper: 104 persen
- eFishery: 103 persen
- Cakap: 93 persen
- SiCepat: 89 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
