Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Video di dunia internet telah menjadi daya tarik tersendiri. Tontonan yang disajikan pembuat vlog, aktor, atau tokoh menjadi hiburan yang asyik untuk penontonnya.
Tetapi, warganet kini harus waspada. Sebab, sejumlah ahli pemrograman membuat aplikasi yang dapat mengganti wajah seseorang, termasuk dengan mimik yang diciptakan, di video. Aplikasi ini juga dapat menciptakan wajah orang melalui gesture yang diciptakan oleh model.
Aplikasi berbahaya itu bernama Deepfake. Aplikasi ini menggunakan dasar kecerdasan buatan deep learning yang berkaitan dengan sistem sistem neural obyek.
Salah satu contoh bahayanya aplikasi ini pernah diuji coba tim BuzzFeed dan peniru gerakan, Jordan Peele.
Tim membuat video mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Dalam video tersebut, Obama tampak mengucapkan kata-kata kasar kepada Presiden AS, Donald Trump.

Video Barack Obama Palsu (Foto: BuzzFeed)
Padahal video tersebut dibuat dari gerakan yang diciptakan Jordan. Sementara suara Obama diambil dari potongan komentar mengenai film Black Panther. Wajah Obama diambil dari sejumlah foto.
Penggunaan aplikasi yang mulai tenar di Reddit ini pernah menjadi pembicaraan karena menyasar sejumlah aktris Hollywood. Dengan aplikasi ini, para aktris Hollywood berparas rupawan, semisal Emma Watson, Daisy Ridley, dan Sophie Turner, pernah menjadi korban.
Ancaman aplikasi ini sempat membuat resah anggota parlemen di AS. Dilaporkan Engadget, tiga anggota parlemen sempat melaporkan teknologi Deepfake ke Direktur National Intelligence AS.
" Video, gambar, atau audio yang dipalsukan dapat digunakan untuk menjadikan seoran individu target pemerasan atau kejahatan lainnya," kata anggota parlemen AS dalam suratnya, September 2018.
Anggota parlemen AS itu khawatir, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang salah. Sehingga, mengancam keamanan nasional dan publik AS.
Artificial intelligence could make fake news even harder to spot pic.twitter.com/31xV9gvuQs
— The Verge (@verge)September 26, 2017
Di kanal video Youtube, sejumlah akun menggunakan aplikasi Deepfake untuk membuat konten lucu. Salah satu akun yang membuat konten video menggunakan Deepfakes yaitu derpfakes.

Wajah Harrison Ford muda di cuplikan film Solo (Foto: Youtube/derpfakes)
Akun ini mengganti wajah Alden Enrenreich, pemeran Han Solo, di film Solo, dengan wajah Harrison Ford. Di keterangan videonya, derpfakes menggunakan material video Harrison Ford pra-1977.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya