Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jika Ada Cacat Produksi Atau Masalah, Produsen Mobil Biasanya Akan Menarik Kendaraan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi produsen mobil, recall atau penarikan kembalo wajar dilakukan. Program ini biasanya dilakukan dengan jumlah unit yang tidak sedikit bertujuan untuk menjaga keselamatan pengguna.
Recall biasa dilakukan apabila ditemukan cacat produksi atau kesalahan produksi. Di sisi lain, produsen yang sering melakukan recall tentu akan merusak citra mereka. Akan muncul anggapan proses pengerjaan mobil itu mengalami keteledoran.
Nah, dari berkali-kali recall yang dilakukan hampir seluruh produsen mobil di dunia, ada beberapa alasan recall yang sangat konyol. Berikut ini rinciannya, dikutip dari Otosia yang melansir Zing, Kamis 14 Mei 2020.
Pertama: airbag mengembang karena cairan.
Airbag seharusnya hanya mengembang jika terkena benturan. Tapi jika kamu mengendarai Toyota Corolla buatan pertengahan tahun 90-an, airbag bisa saja mengembang karena ketumpahan cairan. Akibatnya, 627.858 Corolla ditarik pada tahun 1995.
Kedua: rem di kiri, setir di kanan.
Masalah posisi pedal rem yang berbeda lokasi pernah dialami Peugeot, Citroen, dan Renault yang dipasarkan ke inggris. Mobil yang diproduksi dan dirancang di Prancis itu menggunakan setir kiri, tapi Inggris menggunkan setir kanan.
Akibatnya, pedal rem berada di sisi kiri dan setir kemudi di sisi kanan. Lalu, mobil-mobil itu diberi rem tambahan melalui konektor rem utama. Perbaikan ini secara tidak sengaja merusak fungsi rem bantu, membuatnya tidak bisa dioperasikan.

Ketiga, kursi overheat.
Kasus yang dialami pengemudi perempuan di Kanada menjadi awal mula permasalahan kursi mobil overheat diketahui. Akibatnya, 94.000 mobil Volkswagen ditarik untuk diperbaiki. Model Jetta, Golf, dan GTI yang diproduksi antara tahun 2002 dan 2004 semuanya kena recall.
Keempat, tak ada pedal rem.
Pada 2011, peodusen mobil Amerika Serikat, General Motors terpaksa menarik 4.296 unit Chevrolet Sonic karena tak memiliki pedal rem. Saat ditelusuri, insiden konyol itu diketahui salah pada departemen aksesori.
Tidak ada yang memperhatikan pedal rem terjatuh sebelum ribuan mobil dikirim ke pabrik Chevrolet, di Michigan. Untungnya, tidak ada kecelakaan akibta kesalahan konyol ini.

Kelima, mobil menyala sendiri.
Subaru Legazy, Subaru Outback, dan Subaru Impreza produksi tahun 2010-2012, pernah terimbas recall. Mobil yang menggunakan transmisi otomatis dengna starter jarak jauh Audiovox itu bisa tiba-tiba menyala sendiri jika pemilik tak sengaja menjatuhkan kunci remot.
Bahkan mobil itu tetap bisa menyala tanpa ada tombol yang diklik. Jika pemilik tak menyadari hal itu, bisa saja mobil terus menyala selama berjam-jam bahkan berhari-hari.
Keenam, sarang laba-laba di pipa ventilasi.
Pada pipa ventilasi Mazada 6 ditemukan sarang laba-laba sehingga menyumbat sistem bahan bakar. Maka itu, Mazda 6 tahun 2010-2012 pun ditarik.

Ketujuh, ada laba-laba di pipa ventilasi.
Pada 2013, airbag Toyota Camry mengembang dengan sendirinya. Biang keroknya yakni adanya kebocoran air pada jalur AC ke modul kontrol airbag, sehingga menyebabkan korsleting merusak sensor.
Akibat airbag mengembang, fugnsi seperti setir listrik pun tidak berfungsi. Selain Camry, Toyota Avalon juga mengalami hal yang sama. Toyota juga menemukan laba-laba membuat sarang di jalur air AC sehingga menyebabka penyumbatan.
Kedelapan, salah pasang stiker.
Honda Odyssey 2014 pernah ditarik lantaran Honda salah memasang label di sisi pintu bagasi. Honda berfikir, kesalahan kecil itu akan bisa memengaruhi nilai mobil itu ketika dijual kembali.
Kesembilan, salah pasang lampu sein.
Pada tahun 2018, BMW menarik kembali beberapa model X3 lantaran warna lampu sein yang salah. Seharusnya, lampu sein itu menyala kuning, tapi justru menyala merah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya