Deretan Penyakit Berbahaya yang Ditularkan Lewat Bersin

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 4 Februari 2020 09:47
Deretan Penyakit Berbahaya yang Ditularkan Lewat Bersin
Suhazeli, seorang dokter asal Malaysia memberi peringatan penting seputar bersin dan penularan virus berbahaya.

Dream - Merebaknya virus corona 2019Ncov di China membuat banyak negara khawatir. Pasalnya penyakit ini sangat mudah menular, yaitu hanya melalui batuk dan bersin. Tak hanya itu, korban tewas akibat corona sudah mencapai 361 jiwa.

Vaksin dan obatnya juga belum ditemukan. Seluruh negara, termasuk Indonesia dan Malaysia langsung siaga menghadapi gempuran virus ini. Suhazeli, seorang dokter asal Malaysia memberi peringatan penting seputar bersin dan penularan virus berbahaya.

Dalam akun Twitternya @suhazeli, ia menulis kalau sekali batuk jumlah cairan dari hidung dan mulut bisa mencapai jarak 8 km. Kecepatannya pun bisa hingga 80 km/jam dan menghamburkan sebanyak 3000 cairan. Lain lagi dengan bersin.

Twitter Suhazeli

" Tahukah anda, sekali bersin pula boleh mencecah sehingga 6 meter. Halajunya 160 km/j dengan sekali hamburan sebanyak 100,000 droplets," tulisnya.

 

1 dari 5 halaman

Virus dan bakteri bertahan udara

Bersin Bisa Membuat Bola Mata Copot?

Cairan hidung dan mulut yang mengandung virus bisa berkeliaran di udara selama 10 menit. Suhazeli juga memperingatkan kalau virus dan bakteri yang keluar bersama cairan batuk dan bersin bisa menularkan berbahaya dan bisa bertahan selama beberapa jam. Berikut daftarnya.

- Campak: 2 jam
- Tuberkulosis: 6 jam
- Influenza: 24 jam 
- SARS: 48 jam
- Pertusis: 3 hari 
- MersCoV: 4 hari 
- Difteria: 7 hari hingga 6 bulan
- 2019-nCov: Dalam kajian

 

2 dari 5 halaman

Etika Batuk

Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering!

Untuk itu Suhazeli memperingatkan agar selalu menggunakan masker jika memang sedang sakit. Jangan malah menularkannya pada orang lain. Ia pun kembali mengingatkan etika batuk dan bersin.

Hal ini sangat penting untuk diketahui, yaitu jangan bersin di dekat wajah teman, tetangga bahkan pasangan.

" Angka-angka di atas tidak perlu hafal dan tak penting pun, tetapi terlebih penting adalah ADAB," pesannya.

3 dari 5 halaman

Kelelawar di Indonesia Mengandung Virus Corona, Ini Sebarannya

Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.

" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.

" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini. 

 

4 dari 5 halaman

Cara Menghindarinya: Jangan Memakan Buah

Lebih lanjut, kata dia, virus corona yang ditemukan di kelelawar wilayah Indonesia itu berjenis pemakan buah.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memakan buah bekas yang dimakan kelelawar.

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono (Foto: Situs resmi IPB) 

" Ada lebih dari 50 jenis kelelawar. Banyak jadi ada kelelawar pemakan serangga ada, seperti vampir juga ada. (Indonesia) itu ada beberapa kelelawar, prinsipnya itu kelelawar buah. Ada di jurnal yang kita publish," kata dia.

5 dari 5 halaman

Tangani Virus Corona Wuhan, Tubuh Perawat Penuh Bercak Merah

Dream - Kasus virus Corona Wuhan (2019-nCoV) di kota Wuhan, Provinsi Hubei, mencapai 11.000 orang. Para staf kesehatan berusaha keras menangani menyebarnya virus ini.

Perawat Corona di China

Seorang perawat di Departemen Penyakit Terinfeksi di Rumah Sakit Anak Provinsi China, Hu Pei, 22 tahun, bekerja keras hingga wajah dan tangannya penuh tanda merah. Bahkan, tangannya tampak keriput dan pecah-pecah karena terpapar alkohol selama seharian.

Kondisi ini membuat punggung tangannya seperti kulit orang tua.

Dilaporkan China Press, Hu Pei lahir di 1998. Selama bertugas menjalani kegiatan, dia menggunakan pakaian dan sarung tangan selama sehari, dengan bedak talcum di dalam sarung tangannya.

" Aku bersiap untuk menjalani karantina setiap waktu," kata dia.

Dia mengatakan, ikut serta dalam misi itu sebagai bagian tanggung jawab generasi setelah 90-an.

" Faktanya, kami tidak takut, namun kami punya misi dan kami harus melakukan sesuatu. Kami muda dan takut tidak berpengalaman," ujar dia.

" Kadang ada rasa takut dan khawatir dalam hati dan keluargaku, tapi menggunakan masker, dan penutup wajah, baju pengaman tidak akan membuatku khawatir," ucap dia.

Kolega Hu Pei, Ning Bin berharap Hu Pei tidak lupa menggunakan krim dan sarung tangan.

 

 

Beri Komentar