Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Enam Desainer Indonesia Akan Tampil Di Contemporary Muslim Fashion. (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – Tren fashion Muslim di Tanah Air masih terus berkembang. Tak hanya di negara Muslim, tren busana yang di juga dikenal dengan sebutan modest fashion ini juga meluas ke dataran Afrika, Eropa hingga Amerika.
Kiprah para desainer Indonesia di belantika modest fashion ini pelan-pelan mulai diakui dunia. Bahkan, enam desainer Indonesia rencananya akan bertolak ke Amerika Serikat untuk memamerkan karya desainnya.
Enam desainer itu memenuhi undangan De Young Museum, Fine Arts Museum of San Fransisco, Amerika Serikat yang akan menggelar pameran bertema " Contemporary Muslim Fashions" .
Event fashion Muslim pertama yang diselenggarakan selama tiga bulan dari 20 September 2018 hingga 9 Januari 2019 akan dihadiri desainer dan rumah mode Indonesia seperti Dian Pelangi, Khanaan, Itang Yunasz, Rabu Hatta, Nurzahra dan IKYK.
" Ini prestasinya Indonesia bisa sampai ke level internasional. Alhamdulillah ini prestasi bersama, ini prestasi desainer Indonesia bukan hanya yang berangkat saja," kata Dian Pelangi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin 17 September 2018.
Tak hanya desainer INdonesia, pameran ini juga diikuti 53 negara lain yang memiliki karya fashion Muslim.
" Jadi benar-benar melibatkan banyak negara. Ini mau meng-highlight contemporary Muslim," ucap Dian.
Ia menjelaskan, para desainer tak bisa sembarangan ikut dalam pameran tersebut. Panitia harus terlebih dulu melakukan kurasi selama dua tahun untuk melihat karya desain para perancang modest fashion yang akan ditampilkan.
Selain memamerkan rancangan busana muslimnya di pembukaan fashion show event tersebut, Dian juga menjadi pembicara dalam sesi tanya jawab bersama kurator.
Dream - Desainer Coreta Louise memperkenalkan batik khas Sulawesi Utara di panggung New York Fashion Week. Wanita asal berusia 49 tahun mengaku rancangannya terinspirasi dari wanita penjual jamu gendong.
" Untuk bentuk busana yang ditampilkan, terinspirasi dari mbok jamu. Tangan di baju dibuat terpisah seperti mbok Jamu menggendong bakul," kata Coreta Louise dalam keterangan tertulisnya, Rabu 12 September 2018.

Foto : dok. Coreta Louise
Coreta Louise membagi menjadi tiga kategori pada rancangannya ready to wear, evening gown dan kebaya dengan tampilan modern, classy dan elegan.
Dalam rancangannya, Coreta menggunakan enam bahan untuk seluruh ranjangan yang ditampilkan seperti Laser Cut Leather, Organza, Gazar, Liquid, Polyester, Linen.
View this post on InstagramA post shared by Coreta Louise (@coretalouiseofficial) on
Dream - Sementara untuk detail, Coreta menggunakan kulit laser cut yang kemudian dijahit satu persatu ke baju dengan jahitan berbentuk zig zag. Lalu untuk detail lain Coreta menggunakan embroidery atau bordir.
" Laser cut itu memiliki tulisan sanskrit Jawa, hanacaraka. Kemudian laser cut motif bunga sepatu yang memberi simbol kekayaan Indonesia, terutama pulau Jawa," tuturnya.

Foto : dok. Coreta Louise
Dalam rancangannya, Coreta Louise Kopoyos menampilkan kombinasi warna the glam, gold, dan black serta tekstur batik khas Sulawesi Utara (Sulut). Rancangannya itu dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada di Amerika Serikat.
" Kalau di Amerika, juga di Eropa, mereka tidak suka yang terlalu ramai, jadi saya memadukan tradisional batik sesuai dengan selera mereka," tuturnya.

Foto : dok. Coreta Louise
Wanita kelahiran Manado 13 Desember 1968 ini merasa bersyukur karyanya diterima sangat baik saat menampilkan kurang lebih 12 rancangan Couture kontemporer di New York Fashion Week.
" Mereka antusias, hingga saat ini sudah terjual beberapa ke Jepang, Paris dan Indonesia kemudian sudah ada pesanan untuk produk turunannya," tuturnya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya