Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Makan Bersama (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat menyantap makanan bersama tentu kita tak bisa berperilaku sembarangan. Ada etika yang harus diikuti agar cara kita makan bersama tak dianggap mengganggu apalagi sampai disebut tak sopan.
Di setiap tempat dan negara, etika saat makan bersama tentu berbeda kultur dan kebiasaannya.
Untuk kamu yang baru pertama kali makan di negeri orang, terkadang muncul rasa kikuk dan kaku.
Nah daripada salah tingkah dan makanan tak terasa nikmat saat ditelan, sebaiknya kamu mempelajari dahulu etika makan seperti yang berlaku di enam negara berikut.
Keenam negara ini dikupas karena mereka mempunyai nilai dan budaya yang unik.
1. Hindari memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit
Saat makan bersama orang Jepang, hindari memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit. Lebih baik langsung taruh di piring atau mangkuknya. Menurut nilai yang dianut masyarakat Jepang, memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit dianggap tidak sopan.
Pasalnya, selama upacara pemakaman tradisional Jepang, tulang-tulang akan dipindahkan dari satu set sumpit ke sumpit yang lain.
2. 'Haram' membalik ikan saat makan
Kebiasaan ini dipegang teguh oleh masyarakat China. Membalikkan seluruh ikan setelah makan satu sisi akan membawa nasib buruk. Untuk itu, kamu harus mencopot bagian tulang dan duri ikan, jika benar-benar ingin memakan sisi sebaliknya.
3. Jangan pesan Cappucino setelah makan
Sebelum merencanakan perjalanan ke Italia, biasakan diri dengan tradisi unik ini. Orang Italia tidak pernah mengonsumsi minuman yang mengandung susu setelah makan. Mereka menganggap susu akan menghentikan proses pencernaan. Selain itu, dianggap tidak sopan.

4. Garpu bukan untuk dimasukkan ke mulut
Menurut etika makan di negara Thailand, garpu digunakan untuk menaruh makanan ke sendok. Jadi, memasukkan garpu ke mulut dianggap sebagai hal yang tidak baik di negara ini. Pastikan saja yang masuk ke mulut adalah sendok, bukan garpu.
5. Telat justru dianjurkan saat ada undangan makan
Ketepatan waktu sering dianggap sebagai hal yang baik. Namun, lain halnya di wilayah Tanzania, Afrika Timur. Hadir tepat waktu di meja makan, akan dianggap sebagai penghinaan bagi tuan rumah.
Jadi, kamu harus terlambat selama 20 menit untuk makan siang atau makan malam. Hal ini agar tuan rumah bisa menyiapkan lebih optimal makanan yang bakal disajikan.

6. Gelas teh tak akan penuh
Kebiasaan unik ini berasal dari negara Kazakhstan. Saat tuan rumah menyajikan setengah cangkir teh kepada tamu, maka jangan merasa heran, karena itu merupakan pertanda baik. Bila tamu disajikan secangkir penuh teh, itu adalah tanda bahwa mereka ingin sang tamu pergi.
(Sah, Laporan Mega Rasmiyati/ Sumber: NDTV)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya