6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Penampakan Tsuraya Secara Telanjang Dan Melalui Teropong
Dream - Dalam beberapa hari terakhir masyarakat dijejali dengan informasi tentang penampakan bintang di pagi hari. Banyak yang meyakini kemunculan bintang tsuraya ini sebagai pertanda akan berakhirnya pandemi corona.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) menjelaskan sisi ilmiah serta tradisi masyarakat Indonesia terkait kemunculan bintang tersebut.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, Lapan mengutip penjelasan Andi Pangeran dan tim dari Pusat Sains Antariksa Lapan menjelaskan Tsuraya (thuraya) dalam istilah astronominya populer disebut sebagai gugus bintang terbuka Pleiades. Ini adalah sekumpulan bintang yang terletak di dekat rasi Taurus.
Gugus bintang terbuka ini terdiri dari sejumlah bintang, dan tujuh diantaranya dapat dilihat dengan mata telanjang.
Dalam mitologi Yunani, dan dikenal sampai saat ini, ketujuh bintang tersebut adalah Sterope, Merope, Electra, Maia, Taygeta, Celaeno, dan Alcyone; dan dikenal sebagai bintang 7 saudari.
Mudah dikenali dengan mata telanjang, bintang tsuraya juga muncul dalam berbagai mitologi langit dari berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Pleiades juga dikenal sebagai bintang tujuh dalam berbagai mitologi di berbagai kebudayaan di seluruh dunia.
Dalam tradisi langit nusantara, bintang tsuraya sering disebut juga sebagai Lintang Wuluh, atau Lintang Kerti. Dari tradisi India dikenal sebagai Kartika (Kritikka) yang namanya diambil dari dewa pelindung bangsa Tamil, Kartikeya.
Sedangkan di Tiongkok dan Korea, Tsuraya dikenal sebagai Mao-Xing dan Myo-Su Byeol (Bintang Berambut, Hairy-Head Star). Jepang mengenalnya sebagai Subaru-hoshi atau " Bintang yang berkumpul" , secara populer dikenal sebagai Subaru.
Dalam tradisi agraris nusantara, munculnya Pleiades atau buntang tsuraya ketika fajar menjadi tanda untuk memulai menggarap sawah dan membersihkan huma. Kemunculannya juga dianggap sebagai tanda awal bercocok tanam.
Sementara dalam tradisi di Timur Tengah, Tsuraya yang terbit ketika fajar merupakan penanda berakhirnya masa mewabahnya hama tanaman dan dimulainya panen buah kurma.
Dalam astronomi, jarak Pleiades ke Bumi mencapai 444 tahun cahaya, artinya cahaya dari Tsuraya membutuhkan waktu 444 tahun agar sampai ke Bumi.
Pleiades terbit hampir bersamaan dengan Matahari terjadi di bulan Mei sampai dengan Juni ketika terbit saat fajar, kemudian tinggi di atas saat September-Desember, sampai kemudian tenggelam saat fajar ketika Desember, sehingga seringkali diasosiasikan sebagai penanda musim dingin bagi masyarakat di belahan Bumi utara.
Nama dalam katalog disebut sebagai Messier 45, dan anggota gugus bintang tersebut adalah bintang yang relatif muda, dengan kelas spektrum tipe B, cenderung panas, cerlang, dan berwarna kebiruan.
Bila kondisi tidak berawan, saat-saat seperti ini kita bisa mengarahkan pandangan ke arah timur saat jelang Matahari terbit, carilah rasi Taurus, dan temukan lintang Kartika di dekat rasi Taurus.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya