Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi sebagian orang, keluhan maag kerap kali datang ketika terlambat makan. Maag biasanya membuat para penderita merasa gejala nyeri ulu hati, mual bahkan muntah.
Di bulan puasa Ramadhan, banyak orang yang mengkhawatirkan dirinya kambuh saat menjalankan puasa. Namun ternyata menurut dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, seseorang yang punya keluhan maag justru akan membaik berkat menjalani puasa.
Dilansir dari Liputan6, menurut Dokter Ari, keluhan maag jauh berkurang selama puasa Ramadhan berlangsung.
" Pasien sudah melaporkan, keluhan maagnya membaik selama puasa Ramadhan. Karena makannya menjadi teratur pada saat sahur dan berbuka puasa, mengurangi camilan-camilan tidak sehat yang bisa saja dikonsumsi pada siang hari, mengurangi konsumsi rokok dan pengendalian diri," ujar Dokter Ari.

Ari menyebut, pasien GERD juga akan membaik keluhan maagnya, saat menjalankan puasa Ramadhan. GERD adalah penyakit asam lambung yang saat ini menjadi tren di masyarakat modern.
Berdasarkan jurnal The Effects of Ramadhan Fasting on Clinical Symptomps in Patients with Gastroesophageal Reflux Disease yang ditulis Radhiyatam Mardhiyah, kelompok pasien yang berpuasa Ramadhan, mengalami perubahan nilai GERD-Q (suatu parameter untuk menilai ringan buruknya GERD).
Pasien yang mengalami perubahan (semakin membaik keluhannya) jumlahnya adalah 55 pasien (85 persen). Bahkan pada 23 persen pasien GERD kondisinya semakin membaik usai puasa.
" Hasil penelitian juga dilaporkan 4 tahun yang lalu oleh peserta pendidikan dokter spesialis penyakit FKUI-RSCM. Penelitian ini sendiri dilakukan pada bulan Ramadhan dengan peneliti Dr. Radhiyatam Mardhiyah, yang mana kebetulan saya menjadi salah satu pembimbing dalam penelitian Dr. Radhiyatam tersebut," lanjut Dokter Ari.

Penelitian dilakukan melalui survei, dan mendapatkan 50 persen responden mengalami GERD sesuai skoring kuisioner GERD (GERD-Q). Penelitian juga menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit GERD semakin lama makin meningkat di tengah masyarakat.
Penelitian di beberapa Puskesmas di Jakarta mendapat angka kejadian GERD berkisar 3 persen. Pasien dengan GERD datang dengan keluhan utama berupa rasa panas di dada, seperti terbakar (heart burn) dan asam lambung yang naik ke atas (regurgitasi).
" Faktor penyebab terjadinya GERD antara lain obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan meminum alkohol, konsumsi makanan mengandung cokelat, keju dan berlemak, asam, pedas serta stres," ungkap Ari menambahkan.

GERD menjadi perhatian para dokter karena berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pasien yang mengalaminya.
Meskipun penyakit ini tidak akan menyebabkan kematian mendadak, di awal gejala, pasien yang menderita GERD mirip seperti pasien yang sedang mengalami serangan jantung.
Ari menekankan, penyakit GERD tidak akan menyebabkan komplikasi pada jantung. Pasien yang diteliti merupakan pasien GERD yang berobat di Poli Gastroenterologi RSCM. Sebanyak 130 pasien diteliti pengaruh gejala penyakit GERDnya selama puasa Ramadhan.
(Sumber: Liputan6/Fitri Haryanti Harsono)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang