Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemik Covid-19 di seluruh belahan dunia memaksa kita untuk disiplin menjaga jarak dan merawat kesehatan tubuh agar terhindar dari virus corona. Imutitas tubuh yang terjaga adalah salah satu kunci mencegah tertular Covid-19.
Menjaga jarak, mencuci tangan, dan disiplin memakai masker ketika berkegiatan di luar rumah sangat dianjurkan demi mencegah paparan virus Covid-19. Bahkan kebiasaan ini harus menjadi kebiasaan baru bagi semua orang.
Anthony Fauci, seorang imunolog yang juga direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Amerika Serikat memperkirakan adanya kemungkinan seluruh warga dunia perlu memakai masker dan mengikuti pedoman jarak sosial hingga akhir 2021 atau awal 2022.
Proyeksi tersebut disampaikan Anthony saat berbicara tentang Covid-19 selama pertemuan virtual dengan dokter dan mahasiswa di Universitas Thomas Jefferson di Philadelphia minggu lalu.

Jadi, buat Sahabat Dream jangan pernah bosan untuk mengikuti aturan pemerintah supaya kamu bisa tetap beraktivitas seperti biasa.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Imbauan pakai masker saat beraktivitas di luar rumah masih terus digalakkan untuk menekan kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Meski vaksinasi sudah di depan mata, tak lantas kita kendor menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3M.
Namun tak cukup memakainya saja, Sahabat Dream juga harus memahami cara penggunaan masker yang benar untuk mencegah paparan virus corona.
Pemerintah juga terus menyosialisasi masker yang sesuai standar serta cara mengenakannya yang tepat. Berikut hal-hal yang patut Sahabat Dream patuhi.
© © Dream.co.id
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Kadar antibodi dalam darah pasien virus korona turun dengan cepat setelah tubuh membersihkan virus. Hal ini menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan di mBio, jurnal akses terbuka dari American Society for Microbiology.
Fakta tersebut membuat prosedur terapi plasma konvalesen yang selama dipercaya bisa membantu pasien kesembuhan Covid-19, tampaknya harus ditinjau ulang.
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan plasma darah pasien Covid019 yang telah sembuh.
Berdasarkan pedoman saat ini, pasien tidak dapat mendonorkan darah hingga 14 hari setelah gejala teratasi, dan sebagian besar donor darah dilakukan bahkan setelahnya.
© © Shutterstock
“ Kami tidak ingin ada mentransfusi virus, cukup transfusi antibodi. Tetapi pada saat yang sama, penelitian kami menunjukkan bahwa kapasitas plasma untuk menetralkan partikel virus menurun selama minggu-minggu pertama itu," Andres Finzi, salah satu penulis studi dan ahli mikrobiologi di Universitas Montreal di Kanada, dikutip dari WebMD.
Tim peneliti menganalisis sampel darah dari 31 orang yang pulih dari Covid-19 dan mengukur antibodi pada interval satu bulan.
Secara keseluruhan, imunoglobulin yang menetralkan virus turun sekitar enam hingga 10 minggu setelah gejala dimulai.
Kemampuan antibodi untuk menetralkan virus juga menurun selama waktu tersebut.

© © MEN
Dalam studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa antibodi mencapai puncaknya sekitar dua hingga tiga minggu setelah gejala mulai dan turun setelah itu. Finzi dan koleganya juga menemukan bahwa kemampuan untuk menetralkan virus menurun setelah itu - sekitar tiga hingga enam minggu setelah gejala dimulai.
hnya mengunci ke dalam sel inang dan bereplikasi.
Para ilmuwan tidak yakin apakah fungsi penetral mendorong kemanjuran penggunaan plasma pada pemulihan pasien Covid-19. Jika demikian, pasien yang pulih harus diizinkan untuk menyumbang sesegera mungkin.
“ Upaya harus dilakukan untuk memastikan bahwa plasma yang sembuh dikumpulkan sesegera mungkin setelah donor pulih dari infeksi aktif,” tulis Finzi dalam penelitiannya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya