Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Memang bukan hal mudah menjadi orang tua dan membesarkan anak-anak. Setiap hari tentu ada saja kelakuan si kecil yang kerap membuat orang tua marah hingga frustasi dan membuat mereka memiliki kebiasan berbicara dengan nada tinggi seperti berteriak dan membentak.
Dua kebiasaan tersebut ternyata berbahaya dan dapat membawa pengaruh kurang baik bagi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Mengutip laman Boldsky, Selasa 23 Desember 2014, berikut beberapa alasan yang menjadikan berteriak dan membentak tidak baik untuk anak.
Perkembangan Emosional
Anak membutuhkan dorongan positif dalam hidup, maka berilah kesempatan untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru di sekitarnya. Kebiasaan berteriak dan membentak hanya membuat mereka merasa tertekan secara emosional.
Faktor Keselamatan
Berbicara dengan nada tinggi mungkin bermaksud untuk memberikan keselamatan bagi anak. Nyatanya hal tersebut justru menjadi pengalaman yang menakutkan dan dapat mengancam keselamatan mereka.
Gangguan Pendengaran
Agar bisa menjadi pendengar yang baik, anak tentu harus tumbuh di lingkungan yang membuatnya berpikir positif. Saat orang tua berbicara dengan nada tinggi terus menerus membuat mereka terganggu dan mengalami gangguan pendengaran.
Tingkat Kepercayaan Menurun
Orang tua kerap dijadikan panutan bagi anak, sehingga tanpa disadari kebiasaan Anda akan ditiru oleh mereka termasuk kebiasaan berbicara dengan nada tinggi. Hal ini tentu dapat mempertaruhkan harga diri mereka saat berada di tengah lingkungan pertemanan.
Masalah Perilaku
Anak yang kerap ditempa dengan kebiasaan berbicara bernada tinggi membuat mereka memiliki perilaku kurang baik dan anti-sosial. Anak juga menjadi lebih arogan dan keras kepala saat berada di lingkungan pertemanan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya