Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Dream - Meskipun beranjak dewasa, mungkin tanpa disadari kebiasaan menggigiti kuku sejak masa kecil masih terbawa. Saat takut, gugup, stres atau dalam kondisi tertekan tanpa disadari Anda mulai 'memakan' barisan kuku-kuku cantik.
Seperti diketahui kebiasaan satu ini tidak baik dan bisa mengganggu kesehatan. Mengutip laman Healthmeup, berikut alasan yang menjadikan kebiasaan tersebut tergolong tidak sehat.
Terinfeksi Bakteri
Meskipun Anda kerap mencuci tangan, namun hal tersebut tidak dapat membuat bakteri di bagian bawah kuku lenyap seluruhnya. Sebuah studi mendapati kuku biasanya dua kali lebih kotor dari jari, karena di bagian inilah banyak bakteri bersembunyi. Saat menggigiti kuku, tanpa sadar bakteri sudah ditransfer dari kuku ke mulut dan masuk ke dalam tubuh hingga menyebabkan infeksi bakteri.
Infeksi Kuku
Kebiasaan buruk ini dapat mengubah kecantikan dan struktur bentuk kuku. Selain ini juga rentan terhadap paronynchia yang merupakan infeksi kulit yang menyakitkan dan berkembang di sekitar kuku.
Kutil
Human Papillomavirus (HPV) merupakan infeksi lain dari kebiasaan menggigiti kuku. Kondisi ini biasanya dihadapi oleh orang yang menggigiti kuku kronis hingga kutil bisa menyebar bukan saja di bagian sekitar kuku, tetapi juga ke mulur dan bibir.
Masalah Gigi
Selain mempengaruhi kuku, gigi juga bisa bergeser dari posisi sebenarnya. Hal ini dapat merusak oklusi gigi yang merupakan penyelarasan antara gigi atas dan bawah tiap kali Anda menutup mulut.
Kualitas Hidup Menurun
Sebuah studi menemukan sekitar 20 hingga 30 persen dari populasi cenderung menggigit kuku memiliki kualitas hidup yang rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan kebiasaan buruk tersebut. Beberapa penyabab dari efek ini yakni penderitaan hingga stres karena berupaya menahan diri untuk tidak menggigit kuku.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih