Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Selain membuat perut terasa kenyang, kandungan nutrisi dalam makanan dapat membantu tubuh melakukan proses metabolisme. Namun, tidak jarang meski telah makan berat perut terasa masih lapar.
Menghadapi hal ini, tidak sedikit yang menuruti keinginan untuk kembali mengisi perut dengan sejumlah makanan. Padahal sejatinya, perut Anda tidak selalu benar-benar lapar dan bisa dicegah dengan cara berikut seperti dilansir Healthmeup.
Kurang Serat
Waktu makan yang terbatas kerap dijadikan alasan untuk absen dari menu sayuran dan buah. Padahal, kedua makanan in sangat tinggi asupan nutrisi. Sayuran memiliki kandungan folat yang dapat mencegah tubuh mengalami depresi, kelelahan, obesitas dan kandungan vitamin K bisa menekan rasa lapar selepas makan.
Makanan Cepat Saji
Kandungan bahan kimia A atau BPA dalam beberapa jenis makanan cepat saji dan makanan kaleng dapat merusak leprin dalam tubuh. Sebagai pengaruhnya, tubuh akan terus merasa lapar karena minim nutrisi yang dapat mengenyangkan.
Dehidrasi
Jika kesibukan membuat Anda lupa untuk sering mengkonsumsi air putih, mulai ubahlah kebiasaan buruk tersebut. Terkadang tubuh sebenarnya bukan merasa lapar, tetapi lebih dehidrasi karena kurang asupan cairan. Cobalah untuk minum beberapa gelas air putih kemudian tunggu beberapa menit hingga tubuh merespon. Jika tubuh tidak merasa lapar setelahnya, berarti Anda hanya sedang dehidrasi bukan kelaparan.
'Lapar Mata'
Jejeran makanan yang dipajang di etalase rumah makan memang bertujuan untuk menarik minat pengunjung. Tidak jarang saat melewati toko camilan Anda terasa lapar karena melihat tampilan yang menarik atau aroma yang menggugah selera. Sebenarnya Anda tidak benar-benar lapar, karena hanya tertarik sesaat namun menganggap sinyal tersebut sebagai sebuah rasa lapar.
Terlalu Banyak Minum Soda
Minum berkarbonasi dapat menyebabkan tulang mengeropos lebih cepat, serta kandungan fruktosa tinggi bisa mempengaruhi otak dan selera makan. Bukan hanya itu, fruktosa juga bisa menghambat kemampuan tubuh terhadap leptin yang merupakan pengendali hormon untuk mentransfer informasi terkait keadaan perut. Jadi, usahakan untuk mulai mengurangi minuman soda dan menggantinya dengan air putih.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya