Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Meskipun tahun 2014 hanya tersisa beberapa hari, bukan berarti resolusi Anda menurunkan berat badan hilang begitu saja. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan bagi Anda yang saat ini tengah menekuni program penurunan berat badan.
Menurut sebuah studi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, salah satu cara mudah menurunkan berat badan yakni bangun pagi. Bukan sekedar membuka mata, tetapi pastikan tubuh juga terkena paparan sinar matahari pagi.
Dalam penelitian yang melibatkan 54 partisipan berusia rata-rata 30 tahun ini didapati eksposur sinar matahari memengaruhi proses penurunan berat badan. Selama proses penelitian mereka memakai sebuah gelang yang dapat memonitor paparan cahaya pagi selama tujuh hari berturut-turut. Mereka juga diminta mencatat asupan makanan dan kalori setiap hari.
Hasilnya, mereka yang mendapat paparan cahaya matahari pagi memiliki Body Mass Index (BMI) lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang terkena cahaya matahari pagi. Lalu, mengapa sinar matahari sangat berperan besar dalam membantu proses penurunan berat badan seseorang?
Ada dua kemungkinan mendasar, pertama cahaya matahari dapat mensinkronisasi jam biologi tubuh seseorang. Atau dengan kata lain jadwal tidur yang stabil dapat membantu metabolisme tubuh berjalan dengan baik sehingga seseorang memiliki tidur yang berkualitas.
Alasan kedua yakni karena cahaya pagi merupakan sumber alami yang memiliki efek paling kuat pada pembentukan tulang dan kesehatan. Peneliti menganjurkan seseorang hanya memerlukan sekitar 20-30 menit sinar matahari pagi antara pukul 8 hingga 10 pagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya