Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Meskipun terkesan sepele, ternyata banyak orang yang tidak sadar kesalahan yang kerap berulang saat mencuci tangan. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Health didapat, hanya 5 persen peserta yang mencuci tangan setelah buang air. Sebanyak 23 persen lainnya tidak menggunakan sabun dan 10 persen lainnya sama sekali tidak mencuci tangan.
Dikutip laman Health, setidaknya ada lima kesalahan sepele namun fatal mengenai kebiasaan mencuci tangan.
1. Tidak Cuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet
Sejatinya toilet merupakan tempat bersarangnya ratusan bakteri. Banyak orang beranggapan kalau tangan mereka bersih. Padahal tanpa disadari mereka telah memegang pintu kamar mandi, toilet flusher, dan permukaan lain yang penuh bakteri.
Kulit membentuk penghalang yang baik untuk mencegah bakteri. Tapi permukaan mukosa, seperti mata, mulut, dan alat kelamin lebih berpori sehingga kuman bisa terjebak di sana.
" Sementara rata-rata orang tanpa sadar menyentuh wajah mereka 16 kali dalam satu jam," kata Profesor Aileen Marty, yang merupakan ahli penyakit menular di Florida International University, Miami.
2. Tidak Menggunakan Sabun
Banyak yang menganggap air saja cukup untuk mencuci tangan. Faktanya, Anda memerlukan sabun yang dibuat dari lemak yang dapat mencegah masuknya bakteri dan virus.
Satu hal yang perlu diingat, kata Aileen Marty sabun cair cenderung lebih efektif daripada sabun batangan karena kurang terkontaminasi. Namun bila keadaan darurat, pembersih tangan yang dibuat dengan setidaknya 60 persen alkohol juga dapat membantu meskipun kurang efektif di tangan karena agak lengket.
3. Tidak Menggosok Cukup Lama
Ternyata mencuci tangan yang benar bukan cukup dengan satu atau dua detik. Menurut Marty, cuci tangan yang efektif menggunakan sabun dan perlu waktu setidaknya 20 sampai 30 detik. Pastikan Anda menggosok kedua telapak tangan, punggung tangan dan sela-sela jari-jari.
4. Sering Pakai Pengering Tangan
Tangan basah memang bisa mempercepat penyebaran bakteri dibandingkan tangan kering. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengeringkan tangan menggunakan handuk atau tisu lebih efektif dibandingkan mengugnakan mesin pengering tangan.
5. Menyentuh kotoran lagi setelah cuci tangan
Ingatlah kalau 10 persen kuman berada di kamar mandi, sementara sisanya ada di mana-mana. Jadi perhatikan penggunaan handuk atau tisu untuk mematikan air dan menutup pintu dan aktivitas lainnya di luar area kamar mandi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya