6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Gangguan kurang tidur di malam hari kerap membuat seseorang sulit fokus dan lemas saat menjalani aktivitas rutin. Sebuah penemuan terbaru menunjukkan seorang laki-laki paruh baya yang mengalami gangguan kurang tidur berisiko besar mengalami perubahan struktur otak.
Gejala yang paling umum ditemui yakni demensia atau pikun. Para ahli membutkikan gangguan tidur dan sulit berhafas berpreran besar dalam menurunkan mental orang dewasa berusia paruh baya.
Secara khusus, para peneliti menemukanpria yang memiliki gangguan pernafasan saat tidur cenderung menunjukan adanya kelainan kecil di jaringan otak yang merupakan tanda-tanda demensia. Sementara pria yang memiliki waktu tidur cukup cenderung menunjukkan atrofi dalam jumlah mencukupi di jaringan otaknya.
" Kami menemukan orang0orang yang bermasalah dengan waktu tidur lebih mungkin memiliki perubahan otak hingga berujung pada demensia. Hal tersebut karena kadar oksigen rendah hingga memungkinkan pernafasan berhenti dan mulai berulang selama tidur," kata Keith Fargo, Direktur Program Ilmiah dan Outreach untuk Asosiasi Alzheimer Chicago seperti diwartakan CBSNews.
Hasil studi yang melibatkan 167 lansia laki-laki asal Jepang dan Amerika Serikat ini terlihat dari bagian dalam struktur otak saat diotopsi sebelum kematian. Sebagian besar dari mereka memiliki kadar oksigen dan aktivitas otak yang tetap dimonitor saat tidur.
Selain itu Fargo juga mencatat orang-orang yang memiliki masalah dengan waktu tidur juga bermasalah dengan urusan memori, berpikir dan konsentrasi - yang sebenarnya tidak berkaitan dengan demensia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
