Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gejala Lebih Terasa Saat Sedang Berdiri Atau Berjalan Lama. (Foto: Shutterstock)
Dream - Proses penuaan tidak hanya terjadi pada kulit, tapi juga otot penyangga rahim. Kondisi peranakan yang turun biasa disebut prolaps uterus dan disebabkan oleh melemahnya otot penyangga rahim.
Selain penuaan, beberapa kali melahirkan secara normal juga bisa menyebabkan kondisi ini. Dilansir dari Sehatq.com, prolaps uterus bisa terjadi parsial (sebagian) atau total.
Jika mengalami prolaps uterus total, jaringan rahim bisa menonjol hingga keluar dari miss V. Terdapat beberapa gejala yang umum dirasakan oleh pengidap prolaps uterus:
- Rasa berat atau tertekan di panggul.
- Nyeri di panggul, pinggang serta perut.
- Merasa ada sesuatu yang keluar dari miss V.
- Nyeri saat berhubungan intim.
- Sering mengalami infeksi kandungan kemih.
- Keluar dari dari miss V di luar siklus menstruasi.
- Sembelit.
- Gangguan buang air kecil.
Gejala tersebut bisa lebih terasa ketika sedang berdiri atau berjalan untuk waktu lama. Bahkan, rasa nyeri atau sakitnya meningkat dari pagi hingga malam.
Berkonsultasilah dengan dokter ketika mengalami gejala di atas agar tidak menyebabkan kerusakan organ lainnya seperti kandung kemih maupun sistem reproduksi.
Sebelum pergi ke dokter, berikut tindakan yang biasa dilakukan ketika mengalami prolaps uterus:

Jika belum terlalu parah, kamu bisa mencoba menurunkan berat badan dan tidak membawa beban berat agar beban di panggul lebih ringan.
Melakukan senam kegel untuk memperkuat otot panggul dan miss V. Memakai pesari untuk miss V serta memcegah sembelit dengan mengonsumsi makanan kaya serat juga bisa mengatasinya.

Biasanya, dokter akan memberi obat dengan kandungan hormon estrogen untuk mengatasi prolaps uterus pada pasien menopause. Ini bertujuan untuk memperkuat jaringan pada miss V.

Terdapat dua jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi prolaps uterus, yaitu mengganti jaringan lemah pada rahim dan panggul, serta pengangkatan rahim jika tidak berencana untuk memiliki anak lagi.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya