Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Perjuangan para peneliti menciptakan vaksin covid-19 mulai berbuah manis. Sebuah data awal yang ditunjukkan oleh perusahaan AS Moderna mengklaim vaksin buatannya efektif melindungi seseorang dari paparan virus covid-19 hingga hampir 95 persen.
Hasil ini pun semakin diperkuat oleh Pfizer, yaitu sebuah perusahaan internasional dalam bidang kesehatan yang bermarkas di New York City. Kedua perusahaan ini menggunakan pendekatan yang inovatif dan eksperimental dalam menciptakan vaksin.
Moderna berencana untuk mengajukan permohonan persetujuan untuk menggunakan vaksin dalam beberapa minggu ke depan.
Uji coba vaksin yang dikembangkan tersebut, melibatkan sekitar 30 ribu orang di AS. Dimana setengah dari mereka diberikan dua dosis vaksin dengan jarak empat minggu. Dan sisanya mendapatkan suntikan tiruan.
Penelitian tersebut menunjukkan, dari 95 orang pertama yang diberikan vaksin, hanya lima kasus yang terjadi.
" Efektivitas keseluruhannya luar biasa. Ini adalah hal yang luar biasa," kata Tal Zaks, kepala petugas medis di Moderna.
Moderna berharap memiliki satu juta dosis vaksin untuk digunakan di seluruh dunia pada tahun depan. Pihaknya juga berencana untuk meminta persetujuan dari negara lain.
Inggris juga mengumumkan mulai musim semi mendatang, mereka akan memiliki lima juta dosis vaksin Moderna. Jumlah vaksin ini cukup untuk memvaksinasi 2,5 juta orang. Dengan prioritas orang usia lanjut.

Namun, ada beberapa hal yang masih harus diperjelas terkait efektifitas dari vaksin covid-19. Hal ini terkait dengan seberapa lama kekebalan tersebut akan bertahan.
Selain itu, belum diketahui apakah vaksin tersebut hanya menyembuhkan para pasien atau juga menghentikan penyebaran virus covid-19. Semua informasi ini tentunya akan sangat mempengaruhi bagaimana vaksin covid-19 digunakan.
Terdapat beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan vaksin covid-19, diantaranya sakit kepala dan rasa nyeri setelah vaksin disuntikan ke tubuh.
“ Ini adalah efek yang diharapkan, karena vaksin mulai bekerja dan memicui respons kekebalan tubuh,” ungkap Prof Peter Openhaw, dari Imperial College London.

Perbedaan antara vaksin Moderna dan Pfizer dianggap tak begitu jauh. Kedua vaksin ini menggunakan pendekatan yang sama untuk menyuntikkan bagian dari kode genetik virus yang dapat memicu respon imun tubuh.
Dari data awal yang dihasilkan, kedua vaksin ini sudah sangat mirip. Dimana tingkat efektifitas vaksin Moderna 95 persen dan vaksin Pfizer 90 persen. Namun, kedua uji coba tersebut masih berlangsung dan angka akhirnya bisa saja berubah.
Vaksin Moderna tampaknya lebih mudah disimpan karena tetap stabil pada suhu minus 20 celcius hingga enam bulan kedepan. Dan dapat disimpan di lemari es standar hingga satu bulan.
Sedangkan vaksin Pfizer membutuhkan penyimpanan sangat dingin pada suhu sekitar minus 75 celcius, dan dapat disimpan di lemari es selama lima hari.
Moderna telah mengembangkan " vaksin RNA" artinya bagian dari kode genetik virus covid-19 disuntikkan ke dalam tubuh. Hal ini untuk melatih sistem kekebalan tubuh saat terserang virus. Hal ini juga untuk melatih tubuh membuat antibodi tambahan untuk melawan virus covid-19.

Dalam beberapa waktu terakhir, hasil positif yang ditunjukkan oleh Moderna, Pfizer, hingga Rusia memberikan peluang untuk mengakhiri pandemi covid-19.
Beberapa ahli pun telah menyatakan keadaan normal pada musim semi mendatang, ada juga yang memperkirakan pada musim dingin berikutnya, dan yang lain masih berpikir bahwa perjalanan masih panjang.

“ Berita baik dari Moderna ini dapat meningkatkan optimisme terkait vaksin yang efektif untuk menghentikan virus covid-19 dalam beberapa bulan ke depan,” kata Prof Peter Openhaw dari Imperial College London.
Prof Trudie Lang, dari Universitas Oxford, mengatakan, " Sungguh kabar yang sangat baik melihat vaksin lain datang dengan hasil kemanjuran yang positif.”
Dr Richard Hatchett, kepala Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, mengatakan, " Hasil Moderna sebaik yang kami harapkan dan sangat membesarkan hati."
(Sumber: bbc.com)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya