Bahaya Paksa Anak Kidal Jadi 'Normal'

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 8 Desember 2016 13:02
Bahaya Paksa Anak Kidal Jadi 'Normal'
Anak laki-laki memiliki kecenderungan kidal yang lebih tinggi dibanding anak perempuan.

Dream - Sekitar 10 persen dari populasi masyarakat dunia merupakan left-handed atau kidal. Pada mereka yang kidal, tangan kiri jadi tangan dominan, paling sering digunakan, paling gesit dan memiliki refleks yang lebih tinggi dibandingkan tangan kanan.

Kecenderungan kidal ini, menurut beberapa ahli bersifat genetik. Meski ayah atau ibu pengguna tangan kanan, bisa saja si anak kidal karena keturunan dari kakek, nenek atau buyutnya.

Pada awalnya, semua anak ketika masih bayi menggunakan kedua tangannya dalam proporsi yang sama. Baru ketika berusia 2 atau 3 tahun akan menunjukkan penggunaan tangan yang dominan.

Beberapa anak juga ada yang menunjukkan preferensi penggunaan tangannya di usia 15 bulan. Ada juga yang tidak memilih penggunaan tangan yang dominan sampai usia 5 atau 6 tahun. Untuk populasi kidal di dunia, ternyata anak laki-laki lebih banyak yang kidal.

" Anak laki-laki memiliki kecenderungan kidal yang lebih tinggi dibanding anak perempuan," kata Deena Blanchard, dokter anak.

Untuk mengetahui apakah si kecil memiliki kecenderungan kidal atau tidak, bisa diperhatikan kebiasaannya sehari-hari. Seperti ketika mengambil makanan, memegang krayon, atau ketika melempar bola.

Bisa juga dilihat ketika bermain sepeda, jika anak seringkali memutar ke arah kiri, bisa jadi ia memiliki kecenderungan kidal. Untuk mengetahui secara jelas apakah anak memang kidal atau bukan, dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh. Bisa konsultasi dengan dokter anak atau psikolog anak.

 

 

1 dari 1 halaman

Jangan dipaksa 'normal'

Lalu apa yang harus dilakukan jika anak lebih sering menggunakan tangan kirinya? Beberapa orangtua percaya bahwa anak kidal harus dilatih untuk menjadi 'normal'.

Padahal tak demikian, karena dengan memaksa anak menggunakan tangan kanan akan membuatnya frustasi dan kurang percaya diri.

" Mereka yang kidal, lebih banyak menggunakan otak kanan ketika berpikir. Saat dipaksa menggunakan banyak tangan kanan, perkembangan otak mereka bisa terhambat. Efeknya bisa saja kelambatan bicara atau sulit menyerap pelajaran," ujar Blanchard.

Jika anak memang dominan menggunakan tangan kiri, sebenarnya tidak perlu dipaksa untuk menjadi 'normal'. Mereka hanya perlu diajarkan beberapa tata krama yang memang menuntut penggunaan tangan kanan seperti bersalaman atau makan.

Untuk kegiatan sehari-hari lebih baik biarkan saja anak menggunakan tangan kiri. Hal ini untuk memaksimalkan potensinya yang lebih banyak menggunakan otak kanan, serta jangan pernah mempermalukannya karena menjadi seorang kidal.

Katakan padanya kalau menjadi kidal adalah sebuah keunikan dan tak perlu dikhawatirkan. Hal ini penting untuk menanamkan kepercayaan dirinya.

Sumber: Momtastic

Baca Juga: 4 Reaksi Bijak Hadapi Keluhan Anak di Sekolah Trik Mudah Membangunkan Anak di Pagi Hari Riset: Bersepeda Membuat Anak Lebih Cerdas Atasi Kecemasan Anak di Hari Pertama Sekolah Geger Bocah 9 Tahun Dipaksa Ibu Belajar 18 Jam Sehari

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More