Anak Ke Sekolah (Foto: Momtastic)
Dream - Tidak perlu marah atau kecewa jika buah hati mengeluh tentang keadaan sekolah. Cukup cari tahu apa penyebab, untuk bersama-sama mencari solusi. Justru dengan keluhan tersebut kita bisa tahu masalah apa yang dihadapi anak di sekolah.
Ingatlah, hal normal jika anak melontarkan keluhan seputar kondisi sekolah. Hal pertama yang sebaiknya orangtua lakukan adalah mendengar seksama.
Berikut beberapa keluhan yang sering diungkapkan anak, dan bagaimana menyikapinya dengan bijak.
1. " Sekolah terlalu berat!"
Ketika anak mengatakan sekolah terlalu berat, coba ajak ia bicara untuk cari tahu penyebabnya. Jika penyebabnya adalah pekerjaan rumah (PR) yang terlalu berat, Anda bisa
mencarikan teman belajar atau guru privat. Namun, jika anak Anda masih terlalu kecil untuk bisa menceritakan keluh kesahnya, Anda dapat menanyakan langsung kepada guru di sekolah.
2. " Aku tidak suka guruku!"
Ketika anak Anda mengatakan tidak menyukai gurunya, minta ia untuk menjelaskan hal apa yang tidak ia sukai. Jika alasannya karena cara mengajar atau tugas yang diberikan, Anda bisa mengatasinya dengan memberikan beberapa saran. Namun, jika itu karena masalah pribadi, seperti perilaku buruk atau kasar, Anda dapat berkonsultasi langsung ke guru tersebut atau pihak sekolah.
3. " Aku bosan!"
Ketika anak mengatakan mulai bosan dengan sekolahnya, Anda dapat mengubah sedikit rutinitasnya. Mungkin ia bosan karena terlalu banyak menghabiskan waktu dalam
kegiatan akademik dibanding non akademik.
Mengajaknya melakukan kegiatan baru bisa jadi trik, seperti berkebun, berenang atau olahraga fisik sepulang sekolah. Namun, jika ia mengatakan bosan dengan pola belajar, cobalah cari pola belajar kreatif untuk menarik minatnya.
4. " Aku sulit bangun pagi!"
Ketika anak mengatakan sulit bangun pagi, periksa kembali pola tidurnya. Pastikan ia tidak tidur terlalu larut sehingga pola tidurnya tidak terganggu. Anda perlu mengajarkan anak
Anda tentang tanggung jawab agar ia mengerti apa saja yang menjadi kewajibannya.
Adanya perhatian dari orang tua terhadap keluh kesah anak, akan membuatnya merasa dihargai. Jika ia sudah merasa dihargai, ia tidak akan sungkan menceritakan masalahnya bahkan tanpa Anda minta. Namun, Anda juga tetap harus mencari tahu melalui guru atau teman-temannya di sekolah agar dapat bertukar pikiran.
Laporan: Nanda Febriani
(Sah/Sumber: Parents)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya