Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kaviar (Foto: Shutterstock)
Dream - Kaviar selalu masuk daftar dalam makanan paling lezat di dunia, namun juga paling mahal. Hanya disajikan dalam porsi kecil. Biasanya baru muncul dalam jamuan makan mewah atau restoran bergengsi.
Kaviar identik sebagai camilan para jutawan. Harganya paling murah sekitar Rp2 juta per 50 gram. Sahabat Dream penasaran mengapa kaviar harganya sangat mahal?
Dikutip dari Caviarstar, harga kaviar sangat dipengaruhi kelangkaannya. Termasuk waktu yang lama untuk menyiapkan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Kaviar bernilai tinggi biasanya berasal dari spesies ikan sturgeon langka yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bertelur.
Sementara kaviar dan telur ikan yang lebih murah berasal dari spesies ikan yang lebih banyak menghasilkan telur dalam waktu yang jauh lebih singkat. Untuk membuat kaviar, dibutuhkan telur-telur segar dan matang dari ikan yang berkualitas tinggi.
Sebelum ikan mengeluarkan telur berkualitas sebagai bahan dasar kaviar, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan perawatan khusus. Membentuk kaviar dengan model malossol misalnya, dibutuhkan keahlian dan pengemasan khusus untuk menghasilkan kaviar yang halus.
Proses tersebut dapat menyebabkan kaviar menjadi lebih mahal daripada produk makanan laut lainnya. Kaviar Top Dolar adalah salah satu jenis kaviar paling mahal. Telur ikan ini berasal dari ikan sturgeon, yang populasinya tergolong langka karena krisis penangkapan ikan, polusi dan perusakan habitat.

Dengan demikian, membudidayakan ikan sturgeon adalah satu-satunya cara untuk bisa menghasilkan telur Beluga, Osetra, Sevruga, Siberia, dan spesies sturgeon yang terancam punah lainnya.
Mayoritas telur sturgeon yang tersedia di pasar saat ini dipasok oleh peternakan ikan. Sementara harga telur ikan, tergantung pada spesies serta kualitas dan tingkat kelangkaannya.
Berkat kemajuan teknologi produksi, budi daya ikan sturgeon menjadi lebih efisien dan ekonomis daripada sebelumnya. Jumlahnya pun terus meningkat, dan membuat harga telur sturgeon terus menurun. Tapi tetap saja harga kaviar selalu mahal.
Laporan Mega Rasmiyati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya