Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Source: Shutterstock.com
Dream - Selain tubuh, kamu juga perlu memerhatikan kesehatan otak. Pola hidup serba digital dan hiperkonektivitas diklaim dapat menurunkan kemampuan otak.
Hiperkonektivitas juga bisa menyebabkan kita kurang produktif maupun efektif. Oleh karena itu, kamu perlu menjaga kesehatan otak agar kemampuannya terus meningkat.
Kamu bisa memulainya dengan mengubah pola hidup. Hindari kebiasaan yang dilansir Business Insider berikut ini untuk menjaga kemampuan otak.
Kurang aktivitas
Kurangnya aktivitas tubuh berkaitan dengan masalah kesehatan yang bersifat kronis seperti jantung, obesitas, depresi, demensia serta kanker.
Berkurangnya aktivitas berdampak buruk pada neuron di otak. Sedangkan, memperbanyak aktivitas berdampak baik untuk kemampuan kognitif.
Memperbanyak aktivitas juga bisa meningkatkan daya ingat dan mempermudah proses belajar.

Kita seringkali melakukan berbagai hal ketika menggunakan ponsel dan mungkin kamu pernah mendengar klaim bahwa multitasking berdampak buruk bagi produktivitas.
Ternyata, multitasking dapat memutuskan hubungan antar sel otak dan membuat aktivitasmu kurang efektif.
Neuroscientist, Earl Miller mengungkapkan bahwa seseorang menganggap bahwa mereka sedang multitasking, padahal hanya berpindah dari satu hal ke yang lainnya. Multitasking juga meningkatkan produksi hormon kortisol dan adrenalin.
Duduk terlalu lama
Duduk merupakan kebiasaan yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Penelitian UCLA mengungkapkan bahwa sering duduk bisa menyebabkan penipisan di area otak yang terkait dengan memori.
Kamu bisa mengurangi waktu untuk duduk dengan mengambil jeda sejenak dan berjalan kaki atau berdiri sambil bekerja selama 10 menit.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Sudah Rajin ke Gym tapi Hasil Tak Terlihat? Ini 8 Kesalahan yang Menghambat Progres

Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya
