Kejar Passion sekaligus Menjaga Lingkungan, Kenapa Nggak? 2 Sosok Keren Ini Patut Jadi Inspirasi

Reporter : Jeffreydien Winanda
Selasa, 10 Mei 2022 16:04
Kejar Passion sekaligus Menjaga Lingkungan, Kenapa Nggak? 2 Sosok Keren Ini Patut Jadi Inspirasi
Banyak yang belum tahu jika passion serta hobi juga bisa diafiliasikan dengan kontribusi dalam menjaga lingkungan.

Siapa bilang berkontribusi pada perbaikan lingkungan harus dengan cara menjadi aktivis kegiatan sosial kemasyarakatan? Selain melakukan gerakan sosial kemasyarakatan terkait lingkungan, masih banyak cara yang bisa dilakukan dalam menjaga kelestarian bumi ini loh.

Lewat kebiasaan sederhana seperti hemat energi, buang sampah pada tempatnya, serta menggunakan kendaraan umum juga menjadi beberapa kebiasaan yang bagus dalam berkontribusi pada lingkungan. Namun ada lagi kegiatan positif yang juga bisa dilakukan sembari berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Banyak yang belum tahu jika passion serta hobi juga bisa diafiliasikan dengan kontribusi dalam menjaga lingkungan. Hal ini sudah banyak diterapkan oleh banyak orang menyusul dengan konsep green jobs yang akhir-akhir ini sedang menjadi tren.

Beberapa tokoh inspiratif pun sukses menjadikan passion yang dimiliki dan tetap berkontribusi terhadap lingkungan. Di antaranya adalah dr. Alvi Muldani dan Tenny Kristiana. Seperti apa sih kisah lengkapnya?

1 dari 4 halaman

dr. Alvi Muldani yang Aware terhadap Lingkungan saat Berprofesi sebagai Dokter

Para Dokter di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) dr. Alvi Muldani berada di tengah© Para Dokter di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) dr. Alvi Muldani berada di tengah

Bukan dokter biasa, dr. Alvi Muldani merupakan sosok inspiratif yang kiprahnya patut diacungi jempol. Dirinya menjadi salah satu tenaga medis yang pernah menjadi bagian dari Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), yang beroperasi di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Dalam aktivitasnya tersebut, dr. Alvi tak hanya membantu menjaga kesehatan masyarakat, namun juga mensosialisasikan pentingnya menanam pohon bagi kehidupan manusia. Dalam praktiknya, biaya yang dibayarkan pasien bisa dengan menggunakan bibit pohon untuk ditanam pada area Taman Nasional Gunung Palung, di Kalimantan Barat.

Di balik aktivitas mulia yang dilakukan, ternyata dr. Alvi sedari kecil memang suka berpetualang sekaligus mencintai lingkungan alam.

" Sedari dulu memang saya suka berpetualang di alam seperti hiking dan kegiatan olah raga air, sehingga saya memiliki rasa sayang terhadap lingkungan. Ketika melihat fakta kesehatan alam sedang terancam membuat saya tergerak dan ingin berkontribusi langsung dalam menjaga kesehatan lingkungan, dan saya bersyukur bisa bergabung di Yayasan Alam Sehat Lestari, selain bisa menjaga kesehatan manusia sebagai dokter saya berkontribusi langsung menjaga lingkungan," ujar dr. Alvi.

Pada praktiknya, dr. Alvi mengatakan pada ilmu kedokteran, lingkungan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kesehatan manusia dan dampaknya sangat besar. Namun akan lebih baik jika topik mengenai akar-akar masalah yang menyebabkan perubahan lingkungan dijelaskan lebih mendalam seperti deforestasi, pemanasan global, hubungan kesejahteraan manusia dan kerusakan lingkungan dll. Sehingga, selain mengobati manusia yang sakit sebagai dampak kerusakan lingkungan kita juga bisa lebih memberikan perhatian agar akar masalah utama perubahan lingkungan itu sendiri tertangani.

“ Ada cabang ilmu baru yaitu “ planetary health” yang sangat baik jika diintegrasikan ke dalam kurikulum kedokteran,” Jelas dr. Alvi.

Menjalani aktivitas sebagai dokter di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) membuat dr. Alvi juga semakin serius memperhatikan kondisi lingkungan lain yang tidak kalah penting selain deforestasi, seperti polusi udara dan hubungan diet dengan lingkungan.

Bagi dr. Alvi, dokter juga memegang peranan penting dalam menyuarakan isu-isu positif seperti kelestarian lingkungan. Menurutnya, dokter menjadi salah satu profesi yang dipercaya perkataannya.

" Saya pernah membaca penelitian yang mengatakan jika perkataan dari perawat di urutan pertama. Kemudian di urutan kedua adalah dokter sangat dipercaya oleh masyarakat, bahkan perkataan hairdresser lebih dipercaya dibandingkan perkataan menteri. Hal inilah yang menjadikan tenaga medis dan profesi lain yang dekat dengan masyarakat memegang peranan penting dalam menyuarakan isu lingkungan ke masyarakat," jelas dr. Alvi.

Dilansir dari Klinik ASRI yang terletak di Taman Nasional Gunung Palung, pasien yang berobat bisa membayar dengan bibit pohon yang dikonversi ke nilai uang yang nominalnya sama dengan biaya perawatan. Harga bibit yang bervariasi pada rentang Rp 5ribu hingga 25rb membuat pasien bisa memilih bibit untuk dijadikan sarana pembayaran sesuai dengan kriteria yang diterima ASRI. Cara yang diterapkan ASRI diterima baik oleh masyarakat luas, sehingga dari tahun ke tahun jumlah bibit yang diterima oleh Yayasan Asri semakin meningkat. Ada beberapa jenis bibit pohon yang bisa dijadikan metode pembayaran saat pasien berobat ke Yayasan Alam Sehat Lestari. Terdapat kategori pohon terancam punah seperti pohon belian atau ulin, hingga bibit buah-buahan yang akan diterima oleh ASRI sebagai medium pembayaran.

" Yang bisa dipakai untuk pembayaran pengobatan adalah tanaman kayu, yang nantinya akan ditanam di hutan terdegradasi, bibit yang ditanam disesuaikan kombinasi spesiesnya sehingga bisa mendekati ekosistem hutan di tempat itu,” tambah dr. Alvi.

2 dari 4 halaman

Mengenal Tenny Kristiana, Sosok yang Passionate di Bidang Energi Bersih

Tenny Kristiana sedang bekerja secara luring di kantor International Council on Clean Transportation (ICCT)© Tenny Kristiana sedang bekerja secara luring di kantor International Council on Clean Transportation

Beragam isu seperti pemanasan global, pencemaran air laut, deforestasi, dan masih banyak kasus lainnya sudah sering menghiasi pemberitaan. Degradasi lingkungan yang terjadi beberapa tahun terakhir memang patut menjadi perhatian khusus demi kelangsungan kehidupan manusia serta makhluk hidup di masa depan.

Terkait hal tersebut, Tenny Kristiana menjadi sosok yang patut dijadikan inspirasi atas perannya di bidang lingkungan. Dirinya merupakan salah satu associate researcher di International Council on Clean Transportation yang berbasis di Washington, D.C. Pada praktiknya, Tenny berfokus pada sektor bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus bisa digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil.

Menariknya, karir sebagai researcher di non-profit organization diawali melalui serangkaian studi lintas disiplin lho. Tercatat dirinya pernah menimba ilmu pada bidang Hubungan Internasional di Waseda University serta studi Kajian Jepang di Universitas Indonesia.

Tenny mengatakan jika dirinya tertarik bekerja di bidang lingkungan setelah melihat beragam transportasi publik di luar negeri yang sangat berkualitas.

" Sebenarnya aku tertarik di dunia energi bersih bukan 100% karena bekerja di NGO, namun sejujurnya semua bermula ketika aku kagum dengan kualitas public transportation di luar negeri. Banyak negara maju yang kualitas hidupnya bagus, udaranya bersih, jadi menjalani kehidupan pun jadi nyaman dan menjadi personal happines buat aku," ujar Tenny.

Meski berangkat dari background pendidikan yang berseberangan, Tenny mengatakan dirinya sangat antusias dengan beragam teknologi berbasis ramah lingkungan.

" Terus terang aku excited ketika menyadari bahwa teknologi itu hand in hand dengan isu lingkungan. Menariknya, ternyata kita bisa memanfaatkan hal sesimpel sampah dan residu untuk banyak hal termasuk menggantikan bahan bakar fosil dengan jerami. Penggunaan jerami menjadi bahan bakar ini juga sudah ada teknologinya sehingga bisa diterapkan. Penemuan ini yang membuat aku semakin antusias," tambah Tenny.

Meski demikian, Tenny juga memiliki tantangan berupa awareness yang minim dari berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, isu lingkungan bukanlah prioritas masyarakat. Masih banyak orang yang belum menyadari dampak lingkungan lantaran masih ada topik yang dijadikan prioritas lainnya seperti ekonomi hingga politik.

" Lingkungan bukanlah isu yang paling penting bagi masyarakat. Pamornya masih kalah dengan ekonomi, jadi tantangan terberat memang memberikan kesadaran kepada kelompok masyarakat di seluruh dunia tentang pentingnya menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih baik," jelas Tenny.

Dengan segala permasalahan lingkungan yang terjadi di Tanah Air, Tenny berpendapat jika Indonesia juga bisa memiliki kualitas hidup sama bagusnya dengan negara maju. Disiplin dalam menjaga lingkungan serta kesadaran masyarakat akan membantu mempercepat Indonesia dalam mewujudkan Tanah Air yang memiliki lingkungan berkualitas di segala aspek.

" Tentu saja Indonesia bisa sebagus negara maju dalam hal lingkungan, teknologi, transportasi dan masih banyak lagi. Kalau kita tarik ke belakang, Jepang yang dikenal disiplin dan memiliki kualitas hidup baik itu ternyata prosesnya nggak instan. Sebelum tahun 1950-an, Jepang memiliki permasalahan lingkungan, misalnya, yang tak terselesaikan sebelum akhirnya perombakan besar-besaran menjadikan Negeri Sakura tersebut menjadi seperti sekarang. Nah Indonesia juga bisa merintis kebaikan-kebaikan tersebut dalam mewujudkan kualitas lingkungan yang baik," terang Tenny.

3 dari 4 halaman

Passion Bisa Dibentuk secara Personal sesuai Hal yang Disukai

Baik dr. Alvi Muldani maupun Tenny Kristiana sependapat jika passion bisa dibentuk dan ditumbuhkan sesuai kesukaan masing-masing. Namun mereka juga berpesan untuk tetap berusaha berkontribusi terhadap lingkungan apapun passion yang dijalani.

" Passion itu bisa dibentuk. Apa yang saya lakukan merupakan wujud kecintaan saya sedari dulu. Pada awalnya juga saya pernah bergabung ke Red Cross ketika kuliah. Di sana saya diajarkan mengenai penanganan kebencanaan, bakti sosial, operasi pengobatan gratis, dan masih banyak lagi. Di situlah saya merasa bahwa ini passion pribadi yang membuat saya tergerak untuk mengembangkan lagi demi kebaikan kita bersama," ujar dr. Alvi.

Selain dr. Alvi, Tenny Kristiana juga mengatakan jika passion menjadi kunci kelanjutan kehidupan yang lebih baik. Meski nggak mudah, bukan berarti passion nggak bisa dibentuk.

" Passion memang susah-susah gampang buat ditemukan, jadi ikuti saja prosesnya. Ada yang cepat sekali menemukan passion, ada pula yang lambat. Pada momen ini, penting untuk menikmati setiap prosesnya sembari memikirkan secara luas tak hanya seputar hobi, passion, serta kesukaan, namun juga serangkaian dampak positif yang bisa dirasakan banyak orang melalui kegiatan favorit tersebut," tambah Tenny.

4 dari 4 halaman

Mulai dari Hal Terkecil dalam Diri Sendiri

Tenny mengatakan jika berkontribusi menjaga lingkungan tak harus menjadi seorang peneliti dulu. Dirinya mengungkapkan jika hal terkecil memegang peranan krusial dalam menjaga lingkungan.

" Tanpa harus muluk-muluk, menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana seperti mencabut pengisi daya smartphone ketika sudah selesai dipakai, hemat listrik, menggunakan kendaraan umum, dan masih banyak lagi," ujar Tenny.

Hal ini pun diamini oleh dr. Alvi yang mengatakan jika kebiasaan kecil akan sangat berdampak positif bagi lingkungan. Mengembangkan diri sendiri serta menumbuhkan awareness bagi masyarakat merupakan cara yang ditempuh dr. Alvi dalam membantu mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

" Saya ingin mengembangkan diri melalui serangkaian studi entah itu medis maupun lingkungan. Saya masih perlu belajar lagi, mengikuti beberapa course, sebelum akhirnya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan," jelas dr. Alvi.

Melalui kisah inspiratif dari kedua tokoh di atas, bisa disimpulkan kalau semua hobi dan passion bisa diarahkan perbaikan lingkungan. Jadi, apa passion kamu Sahabat Dream?

Beri Komentar