Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream- Penyakit maag atau dalam istilah medis disebut dengan gastritis, merupakan jenis penyakit yang terjadi akibat peradangan pada lapisan lambung.
Peradangan ini akan menimbulkan rasa perih dan sakit pada bagian perut. Banyak masyarakat menganggap maag muncul akibat dari pola makan yang tidak teratur atau terlambat makan.
Padahal maag tidak sesederhana itu, penyakit maag dalam kondisi tertentu harus diwaspadai. Misalnya saja maag yang terjadi pada usia di atas 50 tahun.
Gejala maag yang terjadi harus segera mendapatkan penanganan khusus, karena bisa saja ada kaitan dengan kondisi jantung pasien.
Bagi Sahabat Dream yang menderita maag tentu sudah paham bagaimana rasanya sakit maag saat kambuh.
Untuk memahami lebih jauh tentang penyakit maag mulai dari gejala maag, penyebab hingga cara mengatasinya, berikut Dream rangkumkan beberapa hal tentang penyakit maag yang harus dipahami:
Penyakit maag atau gastritis adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut masalah dalam pencernaan, terkait dengan peradangan pada lapisan lambung.
Umumnya, peradangan pada lambung terjadi karena infeksi bakteri. Penyakit maag dibagi menjadi dua, yaitu penyakit maag akut dan penyakit maag kronis.
Penyakit maag yang terjadi secara tiba-tiba disebut sebagai penyakit maag akut. Sedangkan maag yang terjadi secara perlahan seiring berjalannya waktu disebut dengan penyakit maag kronis.
Dalam beberapa kondisi yang serius, penyakit maag dapat menyebabkan kondisi penyakit yang lebih parah, seperti bisul dalam lambung dan kanker lambung.
Namun, sebagian besar penyakit maag yang kerap diderita pasien ialah jenis penyakit maag akut yang bisa diatasi dengan cepat. Kabar baiknya, ada begitu banyak cara untuk mengatasi gejala maag.
Gejala maag umumnya bisa muncul kapan saja. Untuk mengenali penyakit maag dengan baik, berikut beberapa gejala maag yang umum terjadi pada penderita maag akut:
- Muncul rasa mual
- Muntah
- Muncul perasaan kenyang di perut bagian atas setelah makan
- Muncul rasa sakit seperti terbakar di perut bagian atas, yang bisa membaik dengan makan, atau bisa juga sebaliknya.

Penderita maag kadang tidak menyadari gejala maag yang dialami, karena tidak semua penyakit maag menunjukkan gejala dan tanda-tanda.
Yang perlu diwaspadai ialah, saat gejala maag menjadi lebih parah, seperti gejala maag yang terus terjadi selama satu pekan tanpa berhenti.
Dalam kondisi tersebut, penderita maag disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi kondisi terburuk.
Gejala maag lain yang tak kalah parahnya ialah munculnya rasa tidak nyaman pada perut sesaat setelah mengonsumsi obat, dan mutah darah. Kondisi ini harus segera diberikan penanganan khusus.

Gejala maag di atas bisa terjadi, disebabkan oleh peradangan yang terjadi pada lapisan perut.
Peradangan ini umumnya terjadi akibat infeksi dari bakteri Helicobacter pylori. Dan, mengakibatkan luka pada lapisan lambung.
Luka yang terjadi akibat infeksi bakteri ini menyebabkan cairan dalam pencernaan merusak lapisan perut, sehingga muncul rasa sakit seperti terbakar pada bagian perut ketika penyakit maag kambuh.
Buruknya lagi, gejala maag bisa semakin bertambah parah apabila pasien terkena penyakit Crohn dan sarkoidosis. Kondisi di mana sel-sel peradangan dalam tubuh berkumpul dalam satu tempat.
Peradangan yang sebelumnya sudah terjadi akan menjadi lebih parah dan terasa lebih sakit.
Selain kondisi peradangan dalam lambung yang bertambah parah, penyakit maag juga dapat memburuk apabila penderita mengalami stres. Kondisi ini akan membuat saraf mengeluarkan hormon berlebihan dan mengganggu kinerja lambung.
Peradangan pada lambung akibat infeksi bakteri menjadi penyebab utama maag. Di samping itu, ada banyak lagi kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit maag. Seperti beberapa faktor berikut ini:
- Merokok dan diet ketat, menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko maag karena dapat membuat bakteri penyebab maag tumbuh dengan baik.
- Konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan, juga menjadi faktor peningkatan risiko maag karena kandungan dalam obat tersebut dapat mengikis lapisan pelindung lambung.
- Faktor usia, semakin orang bertambah usianya maka ia akan mengalami penipisan lapisan lambung sehingga dapat meningkatkan risiko maag.
- Konsumsi alkohol juga menjadi salah satu faktor peningkatan risiko maag.
- Kondisi lain yang dapat menyebabkan peningkatan risiko maag ialah kondisi seseorang yang mengalami gastritis autoimun, HIV AIDS, dan penyakit infeksi parasit.

Untuk mencegah penyakit maag, Sahabat Dream bisa menerapkan gaya hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan.
Namun, apabila sudah menderita maag, berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi maag saat kambuh:
- Mengonsumsi antasida untuk menetralkan asam lambung.
- Mengonsumsi obat penghambat pompa proton (PPI) untuk meminimalkan produksi kadar asam lambung.
- Mengonsumsi antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori.
- Untuk meredakan rasa nyeri saat maag kambuh, konsumsi alginate atau obat antidepresan.
Namun, untuk mengonsumsi obat tersebut, Sahabat Dream harus mendapatkan resep dokter terlebih dahulu dan jangan sembarangan mengonsumsi obat-obatan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Semoga bermanfaat!
(ism, Sumber: Mayo Clinic)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya