Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream mungkin sering mendengar celetukan 'jangan keluar rumah dengan rambut basah, nanti sakit'.
Larangan itu seringkali diungkapkan oleh para ibu kepada anak, terutama yang perempuan.
Parahnya lagi, larangan itu bahkan sudah menjadi aturan yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Yang jadi pertanyaan, benarkah keluar rumah dengan rambut basah bisa menyebabkan sakit, mulai dari pilek hingga selesma?
Sebagian besar studi tentang keluar rumah dengan rambut basah bisa menyebabkan sakit ini memberikan hasil yang tidak meyakinkan
Penelitian lainnya juga tidak melihat ada hubungan antara rambut basah dan penyakit secara langsung. Namun, ada satu alasan yang benar mengapa tidak boleh keluar rumah dengan rambut basah tersebut.
Meski pun alasan tersebut tidak memiliki hubungan dengan larangan rambut basah dan penyakit.

Menurut penata rambut Jason Collier, rambut bisa mengalami kerusakan jika keluar rumah dengan rambut masih basah.
Collier menambahkan, di musim hujan, rambut berisiko untuk mengalami kerusakan jika keluar rumah dalam kondisi basah.
"Ini karena helai rambut lebih rentan ketika basah. Dalam cuaca dingin, molekul air di rambut dapat mengembang, yang dapat membuat rambut cenderung lebih mudah patah," kata penata rambut langganan selebriti sekelas Victoria Beckham, Sienna Miller, dan Eva Longoria ini.
Karenanya, Collier menyarankan untuk mengeringkan rambut dengan benar terlebih dahulu sebelum beraktivitas di luar rumah.
"Cuaca dingin dapat memperburuk kerontokan pada rambut basah, menyebabkan helai rambut mudah putus," ungkapnya.

Collier menjelaskan air dapat menembus batang rambut, yang jika suhunya turun ke titik beku, akan membuat molekulnya mengembang.
Hal ini akan memaksa batang rambut ikut mengembang, mengangkat kutikula dan membuat rambut terpapar ke lingkungan yang merusak.
Akibatnya helai rambut jadi keras sehingga lebih mudah patah dan bercabang pada ujung-ujungnya.
"Yang lebih buruk adalah kamu harus memotong rambut lebih pendek lagi untuk menutupi perbedaannya," ujar Collier.
Collier membagikan tips cara melindungi rambut dari rusak dan patah akibat terpapar cuaca dingin di luar ruangan. Selama cuaca dingin, hindari sering keramas jika tidak punya banyak waktu untuk mengeringkannya.
"Lebih baik keramas sebelum tidur malam, atau bangun satu jam lebih awal," saran Collier.
Dia juga menyarankan untuk produk perawatan rambut tambahan, selain shampoo dan kondisioner, untuk membantu melindungi rambut dari lingkungan yang merusak.

"Saya merekomendasikan masker rambut yang bisa menembus ke dalam batang rambut, serta minyak rambut yang bisa memberi nutrisi," katanya.
Selain itu, memakai semprotan pelindung rambut anti-panas setiap kali menggunakan alat-alat untuk menata rambut yang mengeluarkan panas.
"Cuci rambut tidak lebih dari dua kali seminggu. Ini akan mengurangi dampak penggunaan pengering rambut," sarannya.
Jadi, sebelum kamu keluar dari rumah, pastikan rambut yang baru dicuci dikeringkan dengan benar untuk mencegah terjadi kerusakan.
(ism, Sumber: insider.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen