Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Banyak orang menganggap pelembap hanya terdiri dari satu jenis saja dan bisa digunakan semua jenis kulit, sehingga kamu tidak perlu memilihnya secara teliti.
Padahal, pelembap juga sama dengan skincare lainnya yang terdiri dari beragam jenis, fungsi, dan kandungan. Sahabat Dream tetap harus memerhatikan produknya sebelum membeli.

Secara umum, pelembap terbagi menjadi tiga jenis, yaitu humektan, emolien, dan oklusif. Ketiganya memiliki tekstur, kandungan, dan fungsi yang berbeda.
Dikutip dari Skincare.com, berikut penjelasannya:

Foto: Shutterstock
Humektan merupakan tipe pelembap yang mampu menarik kelembapan dari udara ke kulit untuk mencegah dehidrasi maupun kondisi wajah kering. Biasanya, jenis humektan yang terkandung dalam skincare adalah gliserin dan hyaluronic acid.
Kandungan tersebut sangat cocok untuk kulit dehidrasi akibat kekurangan cairan maupun iritasi karena salah memakai produk kosmetik.
Emolien melembapkan kulit dengan cara mengisi bagian-bagian sel kulit yang kosong. Pemakaian skincare dengan kandungan emolien mampu mengatasi rasa gatal, mencegah penuaan dini, serta melindungi kulit dari bahaya sinar UV, sisa kotoran, maupun zat kimia.

Pelembap yang mengandung emolien cocok digunakan pada kulit yang kering, memiliki tanda penuaan, rentan mengalami eksim atau ruam, serta meradang.

Foto: Shutterstock
Kandungan yang bersifat oklusfi berfungsi untuk mengunci pelembap dan mencegah penguapan air dari permukaan kulit. Biasanya, pelembap dengan kandungan yang bersifat oklusif mampu mengunci kelembapan, meredakan iritasi, serta mengatasi kulit kering. (x)
Laporan: Hany Puspita Sari
Dream - Semakin banyak bahan aktif skincare yang beredar di pasaran. Beberapa di antaranya merupakan bahan aktif yang telah sering digunakan sejak lama, seperti vitamin C.
Vitamin C bisa ditemukan di berbagai produk skincare, mulai dari pelembap, pembersih wajah, hingga sabun mandi. Manfaatnya pun beragam, mulai dari mencerahkan kulit hingga mencegah penuaan dini.
Walau terbukti bermanfaat, tapi Sahabat Dream tetap harus menemukan vitamin C yang cocok untuk kulitmu. Tidak semua skincare yang mengandung vitamin C aman digunakan pada kulit.
Mungkin, kulitmu bisa teriritasi saat menggunakannya. Sebelum mencoba skincare dengan kandungan vitamin C, ketahui beberapa hal yang dilansir dari Skincare.com berikut ini.

Vitamin C merupakan antioksidan alami yang ditemukan dalam buah jeruk dan sayuran hijau. Antioksidan sendiri mampu menangkal radikal bebas penyebab berbagai masalah kulit seperti penuaan dini.
Dokter Kulit, Paul Jarrod Frank juga mengungkapkan vitamin C mampu meratakan warna kulit, mengatasi hiperpigmentasi, serta melindungi kulit dari dampak buruk polusi udara.
Menurut The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, menggunakan 10% vitamin C setiap hari selama 12 minggu mampu meredakan masalah kulit akibat paparan sinar matahari dan menyamarkan garis halus serta kerutan.

Foto: Shutterstock
Vitamin C atau L-ascorbic acid merupakan kandungan yang baik untuk kesehatan kulit sekaligus memiliki risiko iritasi pada kondisi wajah kering maupun sensitif.
Pilih produk vitamin C bertekstur seperti lotion jika kulitmu sensitif, sehingga kelembapan kulit tidak terganggu. Gunakan produk dengan konsentrasi vitamin C sekitar 10-20 persen agar lebih efektif.
Sahabat Dream juga bisa menggunakan vitamin C yang dicampur dengan vitamin E dan ferulic acid, terutama jika kulitmu berminyak. Sedangkan pada kulit kering, kombinasikan 10 persen vitamin C dengan asam hialuronat untuk mempertahankan kelembapan.
Simpan produk vitamin C di tempat sejuk, gelap, dan kering agar kandungannya tetap terjaga dan tidak teroksidasi. Jika warna produk berubah menjadi cokelat, kamu harus menggantinya segera.

Foto: Shutterstock
Gunakan vitamin C pada siang hari sebelum beraktivitas. Mulai dengan serum vitamin C setelah membersihkan wajah, lalu aplikasikan pelembap dan tambahkan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
“ Kita butuh waktu untuk melihat manfaatnya. Asalkan kamu menggunakannya dengan rutin dan konsisten. Kamu akan mendapatkan kulit yang lebih cerah dan glowing. Jangan lupa selalu aplikasikan sunscreen setelah memakai vitamin C sebelum beraktivitas,” kata dokter Frank.
Laporan Devi Tri Aprilianza
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan