Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Online Shopping (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat ini, kita semua semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Pembatasan sosial dan protokol kesehatan membatasi masyarakat untuk membeli produk kesehatan dan barang-barang esensial dari toko obat dengan leluasa.
Kerjasama antara perusahaan ritel kesehatan dan kecantikan terbesar di Asia Tenggara, Watsons Group, serta superapp terkemuka di Asia Tenggara, Grab, akan memudahkan kita untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mereka tanpa harus meninggalkan rumah.
Freda Ng, Chief Digital Officer of Watsons International mengataka, “ Pandemi Covid-19 telah mempercepat pertumbuhan eCommerce dan meningkatkan ekspektasi para pelanggan.”
“ Mereka ingin pesanan mereka untuk dikirim dengan cepat, dan kami melihat Grab sebagai mitra yang ideal untuk menjawab kebutuhan ini.”
“ Keberadaan jaringan toko kami yang tersebar di 2.200 gerai juga menjadi faktor penting yang memungkinkan pengiriman secara cepat. Kerjasama online + offline ini memberikan akses ke lebih dari 62.000 produk kesehatan dan kecantikan di Aplikasi Watsons atau melalui GrabMart dengan waktu pengiriman kurang dari 2 jam.”
Kerjasama ini juga memberi pelanggan solusi nyaman untuk berbelanja dan membayar produk kesehatan dan kecantikan harian favorit mereka dari rumah.
Kerjasama Watsons dengan Grab, memberikan kemudahan pelangganuntuk memilih produk pilihannya secara online dan diantarkan melalui mitra Grab.
Beberapa keuntungan berbelanja online seperti:
1. Pengiriman Lebih Cepat
Pengiriman produk yang dipilih pelanggan akan dikirim menggunakan GrabExpress. Pelanggan hanya perlu melakukan pembelian melalui situs web dan aplikasi mobile Watsons.
Setelahnya, barang dipastikan akan tiba dalam hitungan jam.
2. Katalog Online
Pelanggan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura kini dapat berbelanja katalog online Watsons lengkap di GrabMart yang akan diikuti oleh negara lain, dan pesanan mereka akan dikirim langsung ke alamat tujuan.
3. Pembayaran Cashless
Di masa pandemi saat ini, Watsons dan Grab memperhatikan keselamatan pelanggan. Dengan itu, disediakan pembayaran non-tunai menggunakan OVO di seluruh gerai Watsons di Indonesia.
Dream - Dengan aktivitas di luar rumah yang semakin dibatasi, tak ada solusi lain untuk tetap menjalankan roda bisnis selain menggunakan media virtual. Masyarakat yang ingin berbelanja barang kebutuhan kini semakin mengandalkan sosial media atau platform e-Commerce untuk mendapat barang atau jasa yang dibutuhkan.
Platform e-commerce juga semakin dirasakan manfaatkan oleh para pebisnis untuk meningkatkan performa, sekaligus berperan penting membangun basis konsumen.
Bukti nyata ini terlihat saat berbagai brand kesehatan dan kecantikan yang menjadi mitra Jet Commerce mengalami peningkatan penjualan sebanyak 10 kali lipat dalam kampanye belanja 9.9 beberapa hari yang lalu.
Selama periode kampanye 9.9 tahun ini, Jet Commerce mencatat pembukuan penjualan produk kesehatan dan kecantikan secara keseluruhan sebanyak 27.851 pesanan, atau 992 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 2.724 pesanan.
Produk kesehatan dan kecantikan yang paling banyak terjual di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Akulaku, JD.ID, dan Blibli pada periode kampanye belanja online 9 September, adalah Perfect whip Facial Foam dari Senka, diikuti dengan Golden Age Refining Serum milik Y.O.U, dan produk Ultimune Power Infusing Serum Shiseido.
“ Sejak awal pandemi, kami melihat adanya potensi pergeseran kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhannya karena terbatasnya mobilitas," ujar CEO Jet Commerce Indonesia, Webber Chen, dalam keterangannya, Kamis, 17 September 2020.
" Melihat potensi ini, tim kami melakukan prediksi pergerakan tren di e-commerce dan menyusun perencanaan strategis yang dapat mendorong performa bisnis mitra kami, agar tidak hanya dapat membantu mereka bertahan, namun juga memperoleh hasil yang memuaskan di masa sulit seperti sekarang ini,” jelasnya.
Dari hasil temuan Statista pada laporan terbarunya, menunjukan bahwa penjualan produk kesehatan dan kecantikan melalui penjualan daring masih terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2017, 94% penjualan produk kecantikan dan kesehatan masih didominasi penjualan secara offline, atau hanya 6% yang dihasilkan dari penjualan online.
Seiring dengan penetrasi e-commerce di Indonesia, pada tahun 2019 tercatat penjualan produk kesehatan dan kecantikan pada kanal daring meningkat hingga 17%.
Keterbatasan mobilitas konsumen selama masa pandemi COVID-19 berhasil membantu meningkatkan kesadaran brand-brand produk kesehatan dan kecantikan untuk memperluas pasarnya dengan mulai masuk ke kanal daring.
Di samping itu, ada juga hambatan bagi brand yang baru memulai upayanya untuk menjangkau pasar online, masih ada beberapa brand yang belum bersungguh-sungguh dengan mengeksplorasi untuk masuk ke pasar ini.
Brand juga cukup mengalami kesulitan karena belum memahami cara berinteraksi secara online dengan konsumennya, cara mendapat konsumen baru, dan membangun brand image dalam pasar ini.
Kerap kali brand menemui rintangan dalam memahami ekositem pasar daring dan kesulitan menemukan mesin penggerak bisnis pada pasar ini.
“ Pada banyak industri lain, sudah terbukti bahwa siapapun yang menguasai pasar daring memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang," tutur Webber.
" Kuncinya adalah menguasai ekosistem daring seperti media sosial, digital marketing, dan SEO, kemudian memanfaatkan semua sumber daya yang brand miliki agar dapat mengimplementasikan strategi brand dalam bentuk daring, dan mengoperasikannya dengan cara yang tepat,” tutupnya.
(Laporan: Shania Suha Marwan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya