Sumber Foto: Instagram @khadija.omarr
Dream - Khadija Omar menjadi kontestan Miss World 2021 pertama yang berhijab. Gadis asal Somalia ini langsung menjadi perhatian dunia karena penampilan berbeda di antara peserta lain di ajang Miss World.
" Khadija Omar berusia 20 tahun. Mahasiswi jurusan psikologi, adalah kontestan berhijab pertama yang mewakili Somalia di Miss World 2021," tulis laman Miss Somali.

Dibesarkan sebagai pengungsi, Khadijah memahami beberapa kondisi iklim yang keras di Somalia. Seperti kekurangan air, kekeringan, serangan belalang, hingga banjir. Hal inilah yang membuat lebih dari 2,3 juta orang mengungsi.
Motivasi Khadijah mengikuti ajang Miss World ini karena dirinya terinspirasi setelah melihat Halima Arden, model Somalia yang berhasil menjadi perwakilan dari negaranya di panggung global.

Khadijah memiliki keinginan untuk mewakili gadis-gadis Muslim kulit hitam di majalah, acara televisi , film semakin berkembang. Mimpi ini akhirnya terwujud melalui platform Miss World Somalia.
Khadijah bekerja dengan UNHCR dan Aksi Pemuda Somalia dalam program mata pencarian dan pendidikan iklim, terutama untuk perempuan dan anak-anak.
Ia akan bekerja merelokasi orang-orang yang rentan dari pemukiman rawan banjir untuk para pengungsi dan pindah ke tempat yang lebih aman.

Para pengungsi akan diberikan tempat penampungan sementara. Pengungsi ini nantinya juga akan menerima perlengkapan bantuan darurat serta uang penggalangan dana bagi mereka untuk memulai kehidupan yang berkelanjutan setelah mereka direlokasi.
Advertisement

Deretan Makanan yang Sering Tak Disadari Ternyata Berbahan Tepung dan Perlu Dihindari Saat Diet

Crab Mentality, Ketika Seseorang Justru Menarik Orang Lain agar Tidak Ikut Sukses

10 Kesalahpahaman tentang Dinosaurus yang Selama Ini Dianggap Benar

Lutut Sering Berbunyi Krek-Krek? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

Punya Anak Bisa Mengubah Banyak Hal dalam Hidup, Ini Perubahan yang Sering Dialami Orang Tua

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik