Banana Republic
Dream - Banana Republic, merek fashion asal Amerika Serikat baru saja meluncurkan sederet koleksi hijab. Produk hijab yang mereka jual tersedia dalam berbagai warna dan gaya. Dan dijual secara eksklusif di situs resmi mereka.
Peluncuran hijab itu mendapat perhatian. Maklum anak perusahaan dari Gap Incorporated itu meluncurkan produk di luar pakem item fashion mereka.
Tapi tak berselang lama dari peluncuran produk hijab mereka, muncul kontroversi seputar penggunaan foto yang dipajang di situs mereka dianggap keliru.
Dalam salah satu gambar yang dipajang, sang model, Fatuma Yusuf terlihat mengenakan hijab namun memadukannya dengan kaus ketat berlengan pendek, serta gaun yang memiliki belahan di sampingnya.
Penampilan tersebut diklaim tidak cocok dengan pakaian khas Muslim. " Bagaimana Banana Republic akan merilis koleksi hijab dan memiliki model mengenakan hijab dengan kemeja setengah lengan?," ujar salah satu pengguna media sosial, @momnerzzz melalui cuitannya.
Noha Sahnoune, yang turut terlibat dalam peluncuran hijab Banana Republic, lantas mengungkapkan pendapatnya melalui sederet komentar di Twitter.
Ia mengaku, memang ada permasalahan presentasi soal penggunaan foto pada situs tersebut. Bahkan ia menyatakan tak mengetahui foto-foto yang digunakan di situs Banana Republic.
Banana Republic langsung menanggapi persoalan itu. " Di Banana Republic, keragaman dan inklusi selalu menjadi perhatian kami," tulis perusahaan itu.
" Kami sangat senang dengan penawaran baru kami. Dan kami berkomitmen untuk mewakili suara dari semua pelanggan. Kami percaya bisa mendukung semua wanita dalam mengenakan apa yang membuat mereka merasa nyaman dan percaya diri."
Gambar Yusuf mengenakan lengan pendek serta gaun dengan potongan di bagian samping, telah dipotong. Tetapi turban tetap ditampilkan di situs tersebut.
Sumber: goodmorningamerica.com