Kondisi yang Bisa Picu Seseorang Jadi Pelaku Pelecehan Seksual

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 12 Januari 2020 08:03
Kondisi yang Bisa Picu Seseorang Jadi Pelaku Pelecehan Seksual
Simak beberapa hal yang harus diwaspadai.

Dream - Kasus pelecehan seksual, baik di lingkaran keluarga, sekolah, kampus, hingga kantor sangat mengkhawatirkan. Kekerasan seksual ini bisa menimpa siapa saja, bukan hanya kaum hawa tapi juga pria dan anak-anak.

" Siapa saja bisa jadi korban mau pun pelaku. Anak-anak, orang dewasa, lansia, laki-laki maupun perempuan. Kekerasan seksual tidak pilih-pilih," kata Gina Anindyajati, dokter spesialis kejiwaan dalam acara Waspadai Kekerasan Seksual di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 10 Januari 2019.

Ada beberapa kondisi yang memicu seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual. Faktornya menurut Gina, antara lain karena kurang memiliki keterampilan sosial, perasaan tidak berdaya, harga diri yang rendah, perasaan terhina, kesendirian, masalah keterikatan emosi dan juga disfungsi seksual.

" Keterampilan sosial yang buruk bisa dilihat dari hubungannya dengan orang dewasa. Kalau hubungannya sering tegang dan kurang memuaskan, berarti dia memiliki masalah keterampilan sosial," ungkapnya.

 

1 dari 5 halaman

Bisa Terjadi di Ranah Privat dan Publik

Penting untuk diwaspadai, bahwa kekerasan seksual juga bisa terjadi dimana pun. Bukan hanya di ranah privat tapi juga ranah publik.

" Di kedua ranah tersebut, pelakunya lebih banyak orang yang dikenal dan lebih sedikit dilakukan oleh orang asing. Bahkan di ranah publik, banyak dilakukan oleh teman. Sedangkan, di ranah pribadi dilakukan oleh pasangan," tuturnya.

Ilustrasi© Shutterstock

Oleh karena itu, Sahabat Dream harus berhati-hati dengan lingkungan sekitar dan berani bersuara jika menjadi saksi atau korban pelecehan. Salah satu tindakan awal yang bisa dilakukan ketika menjadi korban adalah melaporkan pada tenaga medis. Hal ini agar segera dilakukan pemeriksaan dan visum yang nantinya bisa dijadikan bukti untuk memprosesnya secara hukum.

2 dari 5 halaman

Sederet Gejala Fisik Saat Stres Menyerang

Dream - Banyak hal yang membuat seseorang mengalami stres. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, keuangan dan masih banyak lagi. Emosi dan pikiran bisa terkuras karena stres.

Sederet Gejala Fisik Saat Stres Menyerang© MEN

Kondisi stres memang berasal dari pikiran, namun efeknya bisa begitu besar bagi tubuh.

Dikutip dari stress-symptoms-body-behavior" target="_blank">Self, level stres yang tinggi dan berlarut-larut akan menimbulkan gejala fisik yang mungkin tak disadari.

Penting bagi Sahabat Dream untuk tahu bagaimana gejala fisik saat pikiran sedang didera stres. Jangan sampai tubuh dan pikiran dikuasai stres, cari cara untuk menurunkan levelnya.

Apa saja yang terjadi pada fisik saat kadar stres begitu tinggi?

3 dari 5 halaman

Kenali Gejalanya

 Sakit kepala, otot yang sangat tegang, lemas, nyeri dada, kehilangan hasrat seksual, asam lambung, tak bisa tidur dan gelisah.

Bisa juga nafsu makan menjadi menggilan saat seseorang didera stres berat. Dengan makan mereka berharap pikiran menjadi lebih tenang.

Ada juga yang sebaliknya, tak mau makan sama sekali. Kondisi ini tak bisa dibiarkan.

Kamu harus bisa mengontrol stres dengan baik, misalnya dengan olahraga, latihan pernapasan, bersosialisasi dengan teman, atau mungkin melakukan hobi. Sebisa mungkin jangan sampai stres dan masalah yang ada membuat kamu jadi menarik diri.

Perbaiki juga pola makan dan minum. Perbanyak makan ikan, daging dan lemak nabati serta asupan lain kaya zat besi. Hindari juga rokok, karena stres malah bisa membuat 
seseorang jadi lebih banyak dan lebih sering merokok dari biasanya.(Sah)

4 dari 5 halaman

Benarkah Wanita Lebih Stres dari Pria?

Dream - Pria, waspada dan berpikir dahulu sebelum menyampaikan komentar pada wanita. Apalagi jika kalian mengomentari dengan kata-kata nyinyir.

Menurut sebuah studi Physiological Society di Inggris, sulit menjadi seorang wanita di dunia saat ini.

Sederhananya, wanita begitu sibuk berganti peran antara pekerjaan dan keluarga, hingga mereka sering merasa sulit untuk menemukan waktu bagi diri mereka sendiri.

Temuan dari laporan ini menunjukkan fakta wanita cenderung memiliki tingkat stres 13 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pria.

Diketahui, beban mengurus keperluan rumah sampai mengasuh anak jadi dua faktor dari banyaknya faktor timbulnya stres pada wanita.

5 dari 5 halaman

Antisipasi

shutterstock© shutterstock.com

Ditambah dengan adanya sistem limbik di otak yang mampu mengendalikan emosi dan memori sangat aktif membuat mereka sulit melupakan kejadian buruk atau melepaskan emosi negatif.

Berbeda dengan wanita, kaum pria justru lebih cepat melupakan kejadian-kejadian buruk yang terjadi padanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal ini, Sahabat Dream perlu lakukan hal-hal berikut seperti dilansir stress/its-official-women-take-way-more-stress-than-men/articleshow/70011661.cms?from=mdr" target="_blank">Times of India:

1. Jangan pendam rasa itu sendiri saja, mulai meminta bantuan sebagai sandaran berkeluh kesah atau sekadar cerita baik orang rumah maupun tempat kerja

2. Ingatlah untuk menjaga diri kamu terlebih dahulu. Nggak ada salahnya untuk cuti kerja sehari untuk pijat dan santai.

3. Jangan ragu infokan ke keluarga inti seperti orang tua, suami, kakak, adik, atau anak agar 'me time' kamu tidak terganggu.

4. Luangkan waktu untuk lebih mencintai diri sendiri.

(ism, Laporan: Alfi Salima Puteri)

Beri Komentar