Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Tim Muara Bagdja)
Dream - Vivi Zubedi tak lama lagi bakal melenggang ke panggung 'First Stage' New York Fashion Week (NYFW) 2018 bersama lima desainer lokal lainnya. Menghadapi event besar tersebut, Vivi akan memboyong abaya yang memang telah menjadi signature style-nya selama ini.
Tentu bukan abaya biasa yang dibawanya, Vivid bakal merancang 12 looks yang kental akan nuansa Indonesia. Dirancang dengan menggabungkan beberapa kain etnik dalam satu penampilan.
"Muslim wear berupa abaya dan dress yang dipadupadankan dengan kain-kain khas Indonesia. Saya ingin membawa baju yang menunjukkan keindahan Muslim tapi juga membawa pesan bahwa kita itu Indonesia. Meskipun berbeda-beda tetap satu jua," ungkap Vivi saat dijumpai di Grand Mahakam Hotel, kemarin.

Lebih jauh, perempuan keturunan Arab ini mengatakan ingin menguatkan sosok Muslimah melalui cutting abaya. Desainnya akan diseleraskan antara Arabian Look dengan kekayaan budaya Indonesia, melalui kekuatan kain-kain etniknya.
"Kapan lagi bisa lihat abaya tapi dari tenun. Saya pakai kain sasirangan Kalimantan. Tenun dari Lombok, Bali serta batik Jepara dengan tema Makkah Madinnah, Jannah," tutur Vivi.
Pada koleksi kali ini, Vivi akan menampilkan kontemporer abaya dengan garis desain yang lebih modern. Sehingga menciptakan kesan lebih menarik karena dapat di mix and match dengan palazzo dan outer.

Sedangkan untuk pemilihan warnanya, akan menyesuaikan dengan tone vintage. Sehingga membuatnya lebih banyak bermain pada warna-warna bold yang menonjolkan kekuatan kain tradisional Nusantara itu sendiri.
Seperti misalnya biru elektrik, merah, hijau dengan sentuhan hitam dan gold sebagai penegas karakter anggun dari rancangannya.
"Tema vintage dipalikasikan dalam mood tahun 80-90an. Kontemporer vintage karena kalau mau seutuh-utuhnya abaya kan pasti hanya loose dan black ya. Saya juga nggak melakukan penyesuaian selera masyarakat Amerika karena memang mereka juga tidak melakukan penyesuaian pada kita kan," tegasnya.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'