Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
(Foto: Instagram Misswheelchairworld)
Dream - Seorang mahasiswi psikologi dari Belarus, Aleksandra Chichikova, dinobatkan sebagai Miss Wheelchair World pertama di dunia. Ia berhasil memenangkan penghargaan itu dalam kontes kecantikan pertama bagi penyandang disablilitas pada Sabtu, 7 Oktober 2017 di Warsaw, Polandia.
" Lawan ketakutan dan kecemasanmu," ujar Aleksandra sesaat setelah mendapat gelarnya.
Wanita yang masih berusia 23 tahun ini tampil memakai balutan kostum nasional Belarus. Busana evening dress dengan kursi rodanya.
Peringkat nomor dua jatuh kepada wanita asal Afrika Selatan bernama Lebohang Monyatsi, disusul dengan Adrianna Zawadzinska dari Polandia.

Seluruh peserta kontestan menari lewat koreografi yang memang sudah dirancang bagi para penyandang disabilitas. Selain itu, mereka juga menginap selama delapan hari di ibukota Polandia untuk mengikuti konferensi, sesi foto,
Menurut laporan Euronews, mereka merupakan perwakilan dari negara Angola, Belarus, Brazil, Kanada, Chile, Finlandia, Perancis, Guatemala, India, Italia, Meksiko, Moldova, Belanda, Polandia, Rusia, Africa Selatan, Ukrania, dan Amerika Serikat yang sebelumnya telah dipilih oleh organisasi non-pemerintahan.

Contest Co-founder dan Jury President Katarzyna Wojtaszek-Ginalska menyatakan, tujuan dari diadakannya kontes kecantikan ini adalah untuk merubah image perempuan dengan kursi roda. Mereka diberi kesempatan untuk menunjukan bakatnyam sehingga tidak lagi dinilai hanya karena kondisi fisiknya saja.
Selain itu, ini adalah kesempatan untuk menunjukan kepada dunia bahwa memakai kursi roda merupakan keistimewaan tersendiri.

Dalam kontes ini, penampilan bukanlah segalanya. Paras cantik memang merupakan nilai plus. Namun, fokus dari kontes ini adalah pada bagaimana personaliti dan keterlibatan para wanita dalam kehidupan sehari-hari dan sosial mereka.
(ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
