Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi: Kodok
Dream - Mengobati beragam penyakit dengan pengobatan herbal atau tradisional ternyata masih dipercaya dan terbilang ampuh. Siapa yang tak kenal binatang melompat yang satu ini, kodok. Ternyata hewan dua alam ini memiliki segudang manfaat bagi penyembuhan segala penyakit yang disebabkan virus.
Kulit kodok yang mengandung banyak zat diyakini mampu membunuh mikroba-mikroba penyebab penyakit. Kemampuan itu karena adanya proses adaptasi kodok dengan lingkungan. Kodok cenderung tinggal di tempat berbahaya.
Kodok telah hidup selama 300 juta tahun dan berhasil mengembangkan sistem pertahanan tubuh untuk menghadapi lingkungan yang membahayakan dirinya. Tak heran jika kodok mengandung bahan-bahan pembunuh penyakit. Tapi sayangnya toksik bagi kuman-kuman juga toksik terhadap manusia.
Universitas United Aran Emirates telah melakukan penelitian untuk memodifikasi zat-zat terkandung dalam kulit kodok, agar dimanfaatkan untuk manusia dengan cara menghilangkan efek samping yang membahayakan. Telah diidentifikasi 100 antibiotik baru dari kulit kodok dan mampu melawan bakteri Staphylococcus aureus yang resisten Methicillin.
Kulit kodok kaya akan zat kimia berkhasiat yang mampu membunuh, virus, bakteri, dan jamur. Mengingat toksisitasnya, para peneliti melakukan modifikasi pada tingkat molecular terhadap zat-zat yang terkandung pada kulit kodok. Alhasil, lebih less-toxic terhadap sel-sel manusia dan lebih toksik terhadap penyebab penyakit.
Antibiotik yang terkandung dalam kulit kodok ternyata ampuh membunuh kuman-kuman yang tidak biasa, sehingga menyulitkan kuman-kuman berkembang. Sejauh ini telah dilakukan penelitian dan memurnikan dan menetukan struktur kimia dari 200 antibiotik yang berasal dari kulit kodok yang mennati untuk diteliti.
Kulit kodok mampu membunuh bakteri Staphylococcus aureus yang resisten atau Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). MRSA merupakan bakteri penyebab infeksi mematikan pada pasien-pasien di rumah sakit. Adapun antibiotik lainnya yakni " Mink Frog" diyakini mampu melawan Iraqibacter.
Semoga kulit kodok bisa lebih mampu mengembangkan kemampuannya untuk melawan bakteri-bakteri penyebab penyakit manusia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya