Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Lewat program ASEAN Reusable Bag Campaign (ASEAN RBC), Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) mengampanyekan untuk mencintai lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik.
ASEAN RBC merupakan sebuah gerakan peduli lingkungan yang berkonsentrasi terhadap pengurangan penggunaan kantong plastik. Menurut Project director Ranitya Nurlita, acara ini tidak hanya dilakukan di Indonesia saja.
" Asean Reusable bag Campaign ini akan dilakukan di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang akan dilaksanakan selama satu tahun," ujar Project Director Ranitya Nurlita usai keterangan pers di ASEAN Youth Center Plaza Blok M Jakarta, Selasa, 14 April 2015.
Dalam hal ini Asean reusable bag campaign (ASEAN RBC) menggandeng beberapa komunitas untuk mendukung terselenggaranya program ini.
" Total saat ini ada 4 komunitas yakni Sobat bumi indonesia, Gerakan Indonesia diet kantong plastik, Batik Girl, dan Hilo green community. Tapi kita juga ingin menggandeng komunitas lain untuk bergabung," ujar wanita yang kerap disapa Lita itu.
Selama gerakan berlangsung sejak bulan Februari yang dilakukan dibeberapa kota di Indonesia, Asean Reusable bag Campagain mendapatkan dukungan dari pemerintah.
" Sejauh ini dukungan pemerintah bagus sekali. Saat go to school di Makasar juga pemerintah sana sangat suport dan mendukung gerakan ini, begitu juga di tempat lain seperti Bogor dan Bandung," kata Lita.
Sementara itu, menurut Lita gerakan ini sedang melakukan pendekatan ke departement store untuk mengurangi penggunaan plastik dengan reusable bag." Kita juga sedang melakukan pendekatan ke departemen stor untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan menjual reausable kita dengan harga yang murah," ungkapnya.
Harapan dari gerakan ini pemerintah dapat membuat regulasi baru tentang pengurangan penggunaan kantong plastik dengan membayar kantong plastik itu sendiri.
Semua kegiatan asean reusable bag campaign dapat dilihat dan di uptude secara langsung. " Kita punya timeline di website, ada email, FB yang selalu uptode, di youtube ada video-video yang kami sudah lakukan dan ada juga di instagram dan twitter," ucap Lita. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya